MAMUJU, BKM – Proyek preservasi jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Tommo hingga perbatasan Mamuju Tengah (Mateng) kini menuai kritik tajam. Pekerjaan yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut dituding dikerjakan secara tidak profesional setelah menyebabkan kecelakaan parah yang menimpa seorang pengendara hingga harus menjalani perawatan intensif.
Kecelakaan tragis ini menimpa KA (22), seorang warga yang sedang melintas di ruas jalan tersebut. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban terjatuh akibat kondisi jalan yang sangat membahayakan bagi pengguna kendaraan roda dua.
”Penyebab kecelakaan karena kondisi jalan yang dipenuhi material batu yang berserakan di badan jalan. Hal ini membuat kendaraan hilang kendali sehingga korban terjatuh,” ujar perwakilan keluarga KA, Rabu 17 Desember 2025.
Akibat insiden tersebut, KA dilaporkan mengalami luka serius dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan di rumah karna kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sehingga tidak di rawat di rumah sakit.
Pekerjaan preservasi jalan ini diketahui dilaksanakan oleh PT. Lili Indah Prima Karya dengan nilai kontrak mencapai Rp23.900.530.800. Anggaran yang cukup fantastis dari APBN ini seharusnya mampu menjamin kualitas pekerjaan serta keamanan bagi publik selama proses konstruksi berlangsung.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Beberapa poin yang menjadi sorotan warga dan pengguna jalan antara lain:
Minimnya Rambu Peringatan: Tidak adanya penanda yang jelas mengenai adanya material lepas di badan jalan.
Manajemen Material Buruk: Batu-batu material yang berserakan di aspal dianggap sebagai bentuk kelalaian dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja.
Ancaman Keselamatan: Warga menilai pihak kontraktor hanya mengejar target pengerjaan tanpa memikirkan aspek keselamatan pengguna jalan (K3).
Masyarakat mendesak pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan instansi terkait untuk mengevaluasi kinerja PT. Lili Indah Prima Karya. Kelalaian dalam menjaga kebersihan dan keamanan jalur konstruksi dinilai bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan dampak dari pengerjaan yang tidak profesional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa maupun langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan