MAMUJU, BKM – Kepala Desa Bonda, Abd Wahab, S.Sos., NL.P, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya hiburan hiburan malam yang dinilai melanggar norma kesusilaan. Pihak pemerintah desa segera menerbitkan surat edaran resmi kepada seluruh kepala dusun dan lembaga desa untuk melarang pertunjukan joget erotis dalam acara hajatan warga.

​Abd Wahab menegaskan bahwa tindakan ini diambil demi menjaga marwah desa yang dikenal religius.

​”Tidak boleh ada joget porno. Kita malu. Desa Bonda memiliki nilai-nilai Makkiada’ (beradab) dan kultur keislaman yang kuat. Jangan membuat hal-hal seperti itu, tidak baik,” ujar Abd Wahab di sela-sela pertemuan kader Posyandu se-Desa Bonda.

​Kepala Desa juga menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari Kepala Dusun, RT, Linmas, hingga lembaga desa seperti BUMDes dan TP-PKK, untuk berani mengambil tindakan di lapangan. Ia menyoroti fenomena pertunjukan musik electone yang kerap menampilkan biduan dengan gerakan vulgar serta praktik penyaweran yang tidak pantas.

​Menurutnya, tontonan semacam itu memberikan dampak buruk bagi moralitas masyarakat, terutama kaum ibu dan anak-anak yang turut menyaksikan.

​”Itu (joget porno) tidak sesuai dengan adat kita. Tidak ada kultur warga Bonda yang seperti itu. Harus ditindak, jangan malah didukung atau menjadi sponsor,” tegasnya.

Selain pengawasan di lapangan, Abd Wahab juga menyoroti peredaran video-video tak senonoh tersebut di jagat maya. Ia mengimbau para pengguna media sosial agar memiliki kesadaran untuk menghapus konten-konten joget erotis yang direkam di wilayah Desa Bonda.

​Ia tidak segan-segan meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan jika konten pornografi tersebut tetap disebarluaskan. “Jika tidak ada kesadaran, saya berharap penegak hukum bergerak karena itu sudah masuk ranah pornografi,” ucapnya.

​Langkah Pemerintah Desa Bonda ini merupakan respons atas keresahan tokoh masyarakat setempat. Sebelumnya, sejumlah tokoh mendesak adanya aturan ketat terkait hiburan warga yang mengandung unsur pornografi.

​”Kami merasa risi melihat tayangan atau pertunjukan tersebut. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon kepada warga untuk tidak lagi menampilkan hiburan yang melanggar norma. Mari kita jaga lingkungan kita bersama,” pungkas salah satu tokoh masyarakat.(Zulkifli)