MAMUJU, BKM – Meski memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), komitmen untuk menjaga kualitas kesehatan siswa tidak ikut berhenti. Satuan Pendidikan (SPPG) Bunde, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, terus konsisten membagikan paket makanan bergizi kepada para siswanya.

​Langkah ini diambil untuk memastikan asupan nutrisi dan program perbaikan gizi anak sekolah tetap berjalan berkesinambungan, tanpa terputus oleh kalender libur akademik.

​Pihak sekolah memahami bahwa pertumbuhan anak tidak mengenal hari libur. Oleh karena itu, distribusi makanan bergizi tetap dijadwalkan secara rutin. Program ini menyasar seluruh siswa dengan menu yang dirancang memenuhi standar empat bintang—mencakup karbohidrat, protein hewani, nabati, serta sayur dan buah.

​”Kami ingin memastikan bahwa meskipun anak-anak tidak berada di kelas, asupan gizi mereka tetap terkontrol. Libur bukan alasan untuk menghentikan program penguatan fisik anak-anak kita di Bunde,” ujar Irsyad Baharuddin.

​Kebijakan ini menuai respon positif dan rasa syukur yang mendalam dari para orang tua murid. Di tengah suasana liburan, kehadiran bantuan makanan bergizi dianggap sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjamin kesehatan anak.

​Seorang orang tua siswa mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian makanan ini.

​”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Biasanya kalau libur, anak-anak makannya sembarang. Tapi dengan adanya perhatian dari pihak sekolah (SPPG Bunde), anak saya tetap bisa makan makanan sehat dan bergizi setiap hari. Ini luar biasa sekali,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

​Selain menjaga kebugaran fisik, konsistensi pembagian makanan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi siswa agar tetap semangat menyambut semester baru nantinya. Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan di tingkat kecamatan dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kecerdasan generasi muda di Kabupaten Mamuju.

​Dengan adanya inisiatif ini, SPPG Bunde menjadi contoh nyata bahwa dedikasi terhadap masa depan anak bangsa melampaui batas waktu jam sekolah.(Zulkifli)