MAMUJU, BKM – Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di area publik dalam Kota Mamuju mulai dikeluhkan warga. Kehadiran mereka dinilai mulai mengganggu kenyamanan dan ketenangan masyarakat yang sedang beraktivitas di ruang terbuka maupun tempat usaha.

​Pantauan di lapangan menunjukkan salah seorang ODGJ tampak memasuki sebuah Warung Kopi (Warkop) di pusat kota. Kehadirannya sempat membuat pengunjung merasa tidak nyaman, terutama saat ODGJ tersebut melakukan tindakan yang dianggap mengganggu suasana bersantai para pelanggan.

​Salah seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya penanganan dari pihak terkait.

​”Tentu kita merasa was-was. Kadang mereka masuk begitu saja dan perilaku mereka sulit ditebak. Kita tidak tahu apakah mereka bisa saja bertindak agresif atau tidak,” ujarnya.

​Keberadaan ODGJ di titik-titik keramaian seperti warkop, pasar, dan persimpangan lampu merah memang kian sering terlihat di Mamuju. Masyarakat berharap Dinas Sosial atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera mengambil langkah persuasif untuk melakukan penertiban dan memberikan pembinaan atau perawatan yang layak kepada mereka di tempat yang semestinya.

​Selain demi kenyamanan warga, penanganan yang cepat juga penting untuk memastikan keselamatan para ODGJ itu sendiri agar tidak terlantar atau menjadi sasaran kekerasan di jalanan.(Zulkifli)