MAMUJU, BKM – Kesibukan luar biasa terlihat di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunde, Kecamatan Sampaga. Di bawah kepemimpinan Irsyad selaku Kepala SPPG Bunde, fasilitas ini terus berkomitmen menyediakan asupan makanan bergizi dengan standar kebersihan dan manajemen yang ketat.

​Pengelolaan operasional Dapur SPPG Bunde ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Yayasan Rangas Batara Berlayar sebagai mitra strategis. Kemitraan ini bertujuan untuk memastikan distribusi gizi yang tepat sasaran serta manajemen dapur yang profesional dan akuntabel.

​Dalam pantauan di lokasi, aktivitas dimulai sejak pagi hari dengan proses pengolahan bahan baku yang teliti. Sejumlah petugas yang mengenakan perlengkapan standar kesehatan seperti masker, penutup kepala, dan sarung tangan, tampak terampil mengupas sayuran segar secara kolektif. Hal ini dilakukan guna memastikan bahan pangan tetap higienis sebelum masuk ke tahap pemasakan.

​Salah satu pemandangan yang mencolok di SPPG Bunde adalah ribuan wadah makanan berbahan stainless steel yang tersusun rapi hingga menjulang tinggi. Tumpukan wadah ini menunjukkan skala distribusi yang besar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat atau sasaran program di wilayah tersebut.

​Kepala SPPG Bunde, Irsyad, menekankan bahwa ketepatan waktu dan kualitas gizi adalah prioritas utama hasil sinergi dengan pihak yayasan.

​”Bersama Yayasan Rangas Batara Berlayar, kami memastikan setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan, proses pemotongan, hingga pengemasan di dalam wadah, dilakukan sesuai SOP kesehatan. Ini bukan sekadar menyediakan makanan, tapi memastikan kualitas gizi yang sampai ke tangan masyarakat adalah yang terbaik,” ujarnya.

​Area dapur juga dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) dan sistem sirkulasi udara yang baik untuk menjaga suhu ruangan tetap stabil, sehingga bahan makanan tidak cepat rusak dan kenyamanan kerja petugas tetap terjaga.

​Dengan dedikasi para petugas serta pengawasan langsung dari pimpinan dan mitra kerja, SPPG Bunde diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam program pemenuhan gizi di Kecamatan Sampaga, sekaligus menjadi percontohan bagi pengelolaan dapur umum yang profesional, higienis, dan terintegrasi.(Zulkifli)