MAMUJU, BKM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat (BI Sulbar) memaparkan catatan positif kinerja ekonomi daerah sepanjang tahun 2025 dalam kegiatan SIPAKADA Media, Rabu (18/2/2026). Ekonomi Sulawesi Barat tercatat tumbuh sebesar 5,36% (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar 4,76% (yoy) serta melampaui pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 yang berada di angka 5,11% (yoy).

​Akselerasi pertumbuhan ini didorong kuat oleh performa pada triwulan IV 2025 yang mencapai 6,55% (yoy). Dari sisi Lapangan Usaha (LU), sektor Pertanian dan Industri Pengolahan menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah.

Peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit, produksi padi, serta sektor peternakan ayam potong—terutama untuk memenuhi permintaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)—menjadi faktor kunci di sektor pertanian. Selain itu, sektor Industri Pengolahan turut menguat seiring dengan meningkatnya produksi Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, serta kenaikan pada industri kimia seperti minyak atsiri dan arang.

​Dari sisi pengeluaran, kinerja Ekspor mencatatkan kontribusi signifikan berkat peningkatan produksi perkebunan dan industri kimia. Konsumsi Rumah Tangga juga menunjukkan tren positif, didominasi oleh kelompok makanan jadi dan aktivitas perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Meskipun ekonomi tumbuh kuat, BI Sulbar mencatat inflasi Januari 2026 berada di angka 4,34% (yoy), sedikit di atas target nasional. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga pada komoditas perikanan akibat cuaca dinamis serta kenaikan harga emas perhiasan global. Namun, deflasi pada komoditas pangan seperti cabai merah dan bawang merah membantu menahan laju inflasi lebih dalam berkat terjaganya pasokan dari sentra produksi lokal seperti Mamuju dan Majene.

​Di sektor keuangan, penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Barat tumbuh 6,87% (yoy) pada triwulan IV 2025. Kredit UMKM tetap menjadi pilar dengan nilai mencapai Rp8,00 triliun, di mana 45,53% di antaranya mengalir ke sektor pertanian. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga stabil di kisaran 4,29%, menunjukkan kualitas kredit yang sehat.

Menatap tahun 2026, BI Sulbar memproyeksikan ekonomi wilayah ini akan tumbuh pada kisaran 5,00% hingga 6,10% (ctc). Angka ini kembali diprediksi lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan nasional yang berada di rentang 4,90% hingga 5,70%.

​”Sektor Konstruksi dan Administrasi Pemerintahan diproyeksikan akan meningkat pertumbuhannya pada 2026, didukung oleh proyek infrastruktur strategis dan peningkatan pagu belanja pemerintah,” sebagaimana termuat dalam materi diseminasi tersebut.

​Melalui sinergi bersama media dan pemangku kepentingan, Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sulawesi Barat.(Zulkifli)