JAKARTA, BKM – Menyambut tradisi mudik Lebaran 2026, PT Jasa Raharja menggelar forum diskusi bertajuk “Ngobrol Santai Bersama Pakar Transportasi” di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, Rabu (11/03/2026). Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan regulator untuk mematangkan strategi pengamanan mobilitas masyarakat.

​Hadir dalam diskusi tersebut Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho., serta pengamat transportasi senior Ki Darmaningtyas bersama perwakilan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

​Direktur Utama Jasa Raharja menekankan bahwa masukan dari para pakar sangat krusial untuk memitigasi risiko kecelakaan di tengah lonjakan volume kendaraan.

​”Pertemuan ini membuahkan banyak pemikiran strategis yang selaras dengan persiapan Operasi Ketupat dari Korlantas Polri. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan jutaan pemudik agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga dengan tenang,” ungkapnya.

​Guna mendukung kelancaran arus mudik, Jasa Raharja menyiagakan sekitar 2.000 personel yang tersebar di 29 kantor wilayah dan puluhan kantor pelayanan di seluruh Indonesia. Selain itu, diperkuat pula dengan 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat yang siap sedia menangani situasi darurat secara sigap.

​Beberapa langkah konkret lainnya meliputi:

  • Integrasi Digital: Pemantauan data kecelakaan secara real-time yang terhubung langsung dengan rumah sakit.
  • Fasilitas Taktis: Pemberian hibah 15 tenda taktis untuk mendukung posko pelayanan.
  • Edukasi Masif: Sosialisasi keselamatan di 1.700 titik strategis sepanjang jalur mudik.

​Senada dengan hal tersebut, Kakorlantas Polri menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengaturan lalu lintas, melainkan operasi kemanusiaan. “Sinergi adalah kunci. Kami telah menyiapkan skenario pengamanan mulai dari jalur tol, arteri, hingga area penyeberangan dan tempat wisata demi menjamin masyarakat berangkat dan pulang dengan selamat,” jelasnya.

​Melalui diskusi ini, diharapkan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, kepolisian, dan akademisi dapat menciptakan ekosistem mudik 2026 yang lebih aman, tertib, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat.(Zulkifli)