MAMUJU, BKM – Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Sulawesi Barat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memantau langsung kondisi puncak arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Tipe A Simbuang, Mamuju, Selasa malam (17/03/2026). Tercatat sebanyak 1.300 penumpang diberangkatkan menggunakan 66 armada bus menuju berbagai destinasi, dengan mayoritas pergerakan ke arah Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, yang turun langsung ke lapangan menyatakan bahwa lonjakan penumpang malam ini merupakan puncak dari arus mudik tahun ini. Ia memprediksi volume penumpang akan mulai melandai pada keesokan harinya.

​”Malam ini prediksinya adalah puncak arus mudik. Mulai tanggal 18 Maret besok, diperkirakan jumlah penumpang sudah mulai menurun kembali sampai hari-H lebaran nanti,” ujar Suhardi Duka di sela-sela pantauannya.

Foto. Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka saat melakukan pemantauan arus mudik di Terminal A Simbuang Mamuju.

​Sejalan dengan pemantauan Gubernur, Kepala BPTD Kelas III Sulbar, Ahmad Rezy Setiawan, menyatakan bahwa seluruh armada yang beroperasi dipastikan dalam kondisi prima. Petugas di lapangan telah melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh untuk menjamin keselamatan warga yang pulang kampung.

​”Semua bus sudah kita cek dan kami nyatakan layak jalan. Keamanan insya Allah terjamin. Petugas kami juga bersiaga penuh, termasuk tenaga kesehatan untuk memastikan pelayanan tetap maksimal bagi para pemudik,” tambah Ahmad.

​Menanggapi isu tarif tiket yang kerap menjadi keluhan saat musim mudik, pihak berwenang memastikan harga tiket di wilayah Sulawesi Barat tetap terkendali sesuai regulasi. Berdasarkan pengecekan langsung, tarif terpantau normal.

​Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa ketersediaan armada saat ini sangat mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan telantar. “Penumpang tidak perlu berdesak-desakan karena armada yang tersedia cukup untuk mengangkut semua. Saya juga mengingatkan para ASN yang mudik agar kembali tepat waktu sesuai ketentuan,” tegasnya.

​Pemerintah berharap arus mudik tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas nomor satu bagi seluruh perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di Sulawesi Barat.(Zul)