MAMUJU, BKM – Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bunde terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi regulasi dan standar kualitas pelayanan. Bersama pihak mitra, Yayasan Rangas Batara Berlayar, Dapur SPPG Bunde mengonfirmasi telah merampungkan pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain pembenahan infrastruktur limbah, pihak pengelola juga bergerak cepat dalam melengkapi aspek legalitas kesehatan. Saat ini, pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah diproses dan tinggal menunggu penerbitan resmi dari instansi terkait.
Langkah responsif ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh ekosistem penyediaan makanan bergizi bagi generasi muda di wilayah tersebut berjalan di atas koridor hukum dan standar kesehatan yang ketat.
Kepala SPPI, Muh Irsyad, menjelaskan bahwa seluruh pembenahan teknis dan administratif yang diminta oleh otoritas terkait telah diselesaikan dengan baik. Kini, pihak pengelola bersama masyarakat setempat tengah menanti kejelasan mengenai pembukaan pemblokiran sistem agar dapur dapat kembali mengepul.
“Kami saat ini sementara menunggu kapan pembukaan pemblokiran dilakukan, agar Dapur SPPG Bunde bisa beroperasi kembali melayani para siswa di Kecamatan Sampaga,” ujar Muh Irsyad.
Keberadaan Dapur SPPG Bunde sangat dinantikan oleh masyarakat, khususnya para pelajar di Kecamatan Sampaga. Operasional kembali dapur ini diharapkan dapat segera terealisasi demi menjamin keberlanjutan distribusi asupan gizi yang sehat, higienis, dan merata bagi anak-anak sekolah di wilayah tersebut.(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan