JAKARTA, BKM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tancap gas membangun 100 Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di 32 provinsi. Tak hanya mencetak generasi unggul, proyek mercusuar ini juga menyedot 97.000 tenaga kerja lokal.

Ribuan pekerja tersebut direkrut langsung dari warga desa dan kecamatan di sekitar lokasi proyek. Dampaknya instan: warga dapat kerja, ekonomi keluarga terangkat bahkan sebelum gedung sekolah berdiri.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek bangunan.
“Yang kita bangun bukan sekadar gedung sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. Karena itu kualitas infrastruktur tetap menjadi prioritas utama,” tegas Menteri Dody.

Pembangunan ini merupakan implementasi nyata Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera dan memutus rantai kemiskinan sesuai amanat Pasal 34 UUD 1945.
Dari 1.080 Jadi 1.260 Siswa per Sekolah
Awalnya, satu lokasi Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk 1.080 siswa. Atas arahan Presiden Prabowo, kapasitasnya kini ditingkatkan menjadi 1.260 siswa agar semakin banyak anak prasejahtera bisa bersekolah.

Total daya tampung 100 sekolah ini pun melonjak menjadi 122.000 siswa dari Sabang sampai Merauke.
“Secara keseluruhan, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah, bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan, dikasih fasilitas yang megah,” ujar Dody.
Bukan Sekolah Biasa, Tapi Ekosistem Pendidikan Lengkap
Fasilitasnya super lengkap dalam satu kawasan: 3 gedung sekolah (SD, SMP, SMA), laboratorium modern, asrama putra-putri, rusun guru, kantin & dapur, masjid dan rumah ibadah lain, gedung serbaguna, guest house, hingga sistem keamanan CCTV dan lapangan olahraga (sepak bola, mini soccer, basket).
Untuk percepatan, Kementerian PU juga berkolaborasi dengan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI-AD, terutama untuk menjangkau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Manfaat ekonomi ikut terasa. Kebutuhan material lokal, katering harian pekerja, hingga jasa transportasi semuanya menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.
Tak berhenti di Tahap II, Kementerian PU sudah menyiapkan Tahap III di 100 lokasi baru dengan kapasitas lebih besar, yakni lebih dari 2.000 siswa per sekolah dengan desain 4 lantai.
Program ini sejalan dengan Sasaran Utama PU 608, khususnya target 0 persen kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen. (Zulkifli)


Tinggalkan Balasan