MAMUJU, BKM — Insiden penamparan yang dilakukan anggota DPRD Mamuju terhadap aktivis Vendetta pada saat melakukan aksi di Kantor DPRD Mamuju beberapa hari yang lalu mendapat kecaman dari berbagai kalangan.
Salah satunya Andis, Aktivis Gerakan Mahasiswa Teknik (Germatek) Universitas Muslim Indonesia yang menyayangkan kejadian tersebut.
“Tidak seharusnya anggota dewan melakukan tindakan-tindakan provokatif yang dapat memicu terjadinya keributan. Anggota dewan seperti ini sepatutnya dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk diberikan sanksi etik”, Kata Andis, (16/7/25).
Lanjut kata Andis bahwa Sebagai lembaga legislatif sekaligus pengawas jalannya pemerintahan daerah, anggota DPR semestinya menyikapi aduan masyarakat dengan bijak, terutama yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran oleh pemerintah daerah, Ujarnya.
“Anggota dewan seharusnya menyadari bahwa jabatan yang mereka emban merupakan amanah dari rakyat. Tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota dewan ini mencerminkan bahwa ia tidak layak menjadi wakil rakyat”, Pungkas Andis
Karena kasus ini telah ditangani oleh aparat penegak hukum, kami berharap agar proses pengusutan dilakukan dengan bijak, dan hukum ditegakkan seadil-adilnya, Ungkapnya.
Andis berharap semoga ke depannya, para anggota DPR lebih bijak dalam menerima penyampaian aspirasi dari para demonstran demi kelangsungan pembangunan daerah yang lebih baik.
(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan