MAMUJU TENGAH, BKM – Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 7391518 Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kembali menjadi sorotan. Warga setempat mengeluhkan maraknya praktik penyelewengan BBM oleh para pelangsir yang menggunakan kendaraan dengan tangki yang sudah dimodifikasi.
Praktik ini menyebabkan antrean di SPBU menjadi tidak teratur dan merugikan masyarakat umum yang hendak mengisi BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu warga, Rahmat Usman, mengungkapkan keresahan lewat media sosial. Ia menyoroti bagaimana para pelangsir kerap tidak mengikuti antrean yang telah ada, bahkan langsung menyerobot ke depan, Senin 27 Oktober 2025
”Kalau begini, kiri kanan tangki kami panas-panas antri, selalu ditutup mi pagar nya karena begini, baru pelangsir nya juga tidak ikut antrian selalu lewat depan,” kata Rahmat Usman.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan karena waktu tunggu yang lama dan harus berdekatan dengan tangki panas, tetapi juga menimbulkan kecurigaan adanya dugaan pembiaran atau bahkan sekongkol antara oknum petugas SPBU dengan para pelangsir tersebut. Modus operandi penggunaan tangki modifikasi yang memungkinkan mereka mengisi BBM melebihi batas normal semakin memperparah kelangkaan dan distribusi BBM yang tidak merata di wilayah tersebut.
Masyarakat Tobadak meminta pihak berwenang, terutama Kepolisian dan Pertamina, untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka mendesak agar praktik penyelewengan BBM bersubsidi dengan modus tangki modifikasi di SPBU Benteng dihentikan.
Penyelidikan mendalam diperlukan untuk membongkar dugaan praktik curang ini dan memastikan bahwa BBM bersubsidi benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak dan sesuai dengan peruntukannya.
(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan