MAMUJU, BKM – Keluhan krisis air bersih di Kota Mamuju kembali memuncak. Pelayanan PDAM Tirta Manakarra menuai kritik tajam setelah pasokan air ke rumah warga terhenti total selama lima hari terakhir, terutama di wilayah Kecamatan Simboro.

​Salah satu titik terdampak parah berada di BTN Griya Cahaya Masannang 4, Jalan Nelayan III. Ashari Rauf, seorang warga setempat, menyebut gangguan ini sangat memprihatinkan karena terjadi di tengah bulan suci Ramadan.

​”Ini sudah hari kelima air tidak mengalir. Akibatnya, pakaian kotor menumpuk, mandi pun terpaksa dibatasi, bahkan untuk berwudhu kami kesulitan. Penanganan dari pihak PDAM sangat lambat,” keluh Ashari yang juga merupakan Sekretaris DPD KNPI Sulbar.

Mantan aktivis PMII ini juga menyoroti manajemen perbaikan yang berlarut-larut. Menurutnya, meskipun informasi kerusakan sudah ada sebelum Ramadan, kenyataannya penanganan di lapangan tidak menunjukkan progres cepat.

​Ia juga mengkritik kualitas sarana dan prasarana (Sarpras) yang dimiliki PDAM. “Sering sekali rusak. Kami berharap PDAM tidak menggunakan alat yang kualitasnya rendah. Uang rakyat yang masuk melalui tagihan setiap bulan itu besar, mestinya dibarengi dengan fasilitas yang mumpuni,” tegasnya.

​Selain masalah kemacetan air, kualitas air yang keruh layaknya air teh juga sering dikeluhkan warga dalam beberapa bulan terakhir.

Kekecewaan serupa datang dari warga BTN Pantai Indah Mamuju. Minimnya solusi dari manajemen PDAM membuat warga mendesak Bupati Mamuju untuk segera mengambil tindakan tegas.

​”Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk mengevaluasi jajaran direksi PDAM Tirta Manakarra. Kondisi ini bukan hal baru, tapi terus berulang. Kami rutin membayar tagihan yang mahal, tapi hak kami mendapatkan pelayanan dasar tidak terpenuhi dengan baik,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

​Hingga berita ini dimuat, warga berharap ada langkah nyata berupa distribusi air bersih darurat atau perbaikan permanen agar aktivitas ibadah di bulan Ramadan tidak terus terganggu.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media untuk mendapatkan penjelasan resmi mengenai penyebab pasti krisis air yang berkepanjangan ini. Namun, Direktur PDAM Tirta Manakarra memilih untuk bungkam. Hingga berita ini diturunkan, pesan maupun panggilan konfirmasi yang dilayangkan sama sekali tidak digubris oleh pihak direksi.(Zul)