TERNATE, BKM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam perumusan kebijakan fiskal nasional. Bertempat di Ballroom Hotel Sahid Bela, Ternate, Bapenda Sulbar hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Keuangan Daerah 2026 untuk mengamankan strategi pendanaan pembangunan jangka panjang, Rabu (28/01/2026).

​Kehadiran tim Bapenda Sulbar dalam forum bergengsi ini merupakan langkah taktis untuk mengejawantahkan visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Fokus utamanya: menciptakan tata kelola keuangan yang tidak hanya akuntabel, tetapi juga agresif dalam mendorong pelayanan publik yang berkualitas.

​Rakornas yang mempertemukan otak keuangan daerah se-Indonesia ini menjadi ajang krusial untuk menyelaraskan ritme pembangunan pusat dan daerah. Isu utama yang dibahas mencakup desain pelaksanaan APBD 2026 hingga “peta jalan” kebijakan fiskal untuk tahun anggaran 2027.

​Sekretaris Bapenda Sulbar, Fahri Yusuf, yang hadir langsung di lokasi, menekankan bahwa momentum ini adalah peluang emas untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana Transfer ke Daerah.

​”Kita sedang menyusun landasan yang kuat. Rakornas ini memberi kita wawasan segar tentang bagaimana mengelola PAD dan dana transfer agar APBD 2026 lebih bertenaga dan penyusunan APBD 2027 memiliki landasan fiskal yang presisi,” ungkap Fahri Yusuf.

​Di tempat terpisah, Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa sinkronisasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan adalah harga mati. Menurutnya, tanpa keselarasan kebijakan, pengelolaan keuangan daerah akan kehilangan taringnya.

​”Sinkronisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah sangat vital. Kita ingin memastikan setiap rupiah dalam APBD bergerak efektif, terarah, dan memberikan efek domino bagi pembangunan ekonomi di Sulawesi Barat,” tegas Abdul Wahab.

​Melalui forum ini, Bapenda Sulbar memposisikan diri sebagai instansi yang adaptif terhadap perubahan kebijakan nasional. Dengan perencanaan yang lebih tajam, Sulawesi Barat optimis mampu mengelola tantangan fiskal masa depan dengan lebih tangguh dan berorientasi hasil.(Zulkifli)