MAMUJU, BKM – Semangat kemanusiaan dalam upaya perbaikan gizi generasi masa depan terpancar nyata dalam agenda buka puasa bersama yang diinisiasi oleh Yayasan Manakarra Membangun Generasi. Acara yang berlangsung khidmat di Lywanza Hills ini menjadi ajang silaturahmi besar bagi para pejuang gizi dari wilayah Mamuju dan Kalukku.
Pertemuan ini menjadi istimewa karena menyatukan keluarga besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sinyonyoi (Kecamatan Kalukku) dengan dua mitra pengelola lainnya, yakni Dapur SPPG Mamuju Binanga 1 dan Dapur SPPG Bambu Mamuju.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Manakarra Membangun Generasi, Andi Baso Darul Aksan, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas dedikasi para relawan. Ia menegaskan bahwa operasional ketiga dapur tersebut bukan sekadar aktivitas memasak, melainkan napas kehidupan bagi ratusan relawan yang terlibat.
”Saat ini, tercatat ada sekitar 144 relawan yang menggantungkan dedikasi serta kehidupannya melalui aktivitas di tiga dapur SPPG di bawah naungan yayasan. Keberadaan dapur-dapur ini adalah bukti nyata sinergi kita dalam menebar manfaat,” tegas Andi Baso.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi ini merupakan buah kerja keras kolektif. “Hari ini kita menguatkan simpul silaturahmi antara Dapur Sinyonyoi, Binanga 1, dan Bambu. Kalian adalah pahlawan di balik layar,” imbuhnya.
Kepala SPPG Sinyonyoi Kalukku, Syahriani Jufri, menyambut positif kolaborasi lintas wilayah ini. Menurutnya, pertemuan di Lywanza Hills memberikan energi tambahan bagi para relawan untuk terus mengabdi.
”Kami dari SPPG Sinyonyoi merasa sangat dikuatkan dengan wadah kolaborasi ini. Bertemu dengan rekan-rekan dari Dapur Binanga 1 dan Dapur Bambu mengingatkan kita semua bahwa tanggung jawab memperbaiki gizi anak bangsa adalah perjuangan bersama yang harus dijaga keberlanjutannya,” ujar Syahriani Jufri.
Kegiatan ini ditutup dengan diskusi santai dan ramah tamah di tengah suasana sejuk Lywanza Hills. Momentum ini sekaligus menjadi saksi bisu komitmen para relawan untuk memastikan distribusi gizi di masing-masing wilayah—mulai dari pesisir hingga pelosok Kalukku—tetap berjalan optimal, bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.
Melalui sinergi yang makin solid antara ketiga unit dapur ini, Yayasan Manakarra Membangun Generasi optimistis dapat terus memperluas jangkauan manfaat dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat.(ZULKIFLI)


Tinggalkan Balasan