MAMUJU, BKM – Suasana khidmat sekaligus haru mewarnai acara ramah tamah Program Desa Cahaya sekaligus perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) IAI DDI Mangkoso yang digelar di Desa Bonda, penghujung tahun 2025 ini. Dalam momen tersebut, Kepala Desa Bonda, Abd Wahab, membawa kabar segar terkait pembangunan infrastruktur ekonomi desa.

​Di hadapan para tokoh masyarakat dan mahasiswa, Abd Wahab mengungkapkan bahwa Desa Bonda berhasil mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,6 Miliar di penghujung tahun 2025. Anggaran tersebut dikhususkan untuk pembangunan Gerai Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih, Saptu (20/12/25).

​”Ini adalah langkah besar bagi kita. Pembangunan fisik Gerai Kopdes Merah Putih ini ditargetkan rampung pada Maret atau April 2026 mendatang,” ujar Abd Wahab dalam sambutannya.

​Kehadiran Gerai Kopdes Merah Putih ini diharapkan menjadi pusat perputaran ekonomi baru bagi warga Bonda, sehingga potensi lokal dapat terkelola secara profesional dan mandiri.

​Selain memaparkan rencana pembangunan fisik, Abd Wahab juga memberikan edukasi terkait regulasi pengelolaan keuangan desa terbaru. Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai PMK 81 (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81) yang mengatur tentang tata cara operasional dan pengelolaan dana desa.

​Penerapan PMK 81 ini menjadi krusial agar alokasi dana desa yang besar, termasuk proyek Gerai Kopdes, dapat dikelola dengan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

​Acara ini juga menjadi momentum perpisahan bagi mahasiswa KKL IAI DDI Mangkoso yang telah mengabdi di Desa Bonda. Abd Wahab menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran dan tenaga para mahasiswa yang sejalan dengan semangat Program Desa Cahaya dalam menerangi aspek sosial dan kemasyarakatan di desa.

​Dengan adanya suntikan dana pembangunan dan bimbingan teknis sesuai regulasi pusat, Desa Bonda optimis menyambut tahun 2026 sebagai tahun lompatan ekonomi bagi seluruh warganya. (Zulkifli)