MAMUJU, BKM – Sektor kelautan Sulawesi Barat terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar, Safaruddin, bersama Komandan Lanal Mamuju, Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara, melakukan peninjauan langsung terhadap infrastruktur penangkapan ikan berupa rumah rumpon di perairan Mamuju, Kamis (29/01/2026).
Langkah ini merupakan implementasi dari visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi biru dan perlindungan sumber daya laut untuk meningkatkan taraf hidup nelayan lokal.
Menggunakan Kapal Patroli RBB milik Lanal Mamuju, rombongan bertolak dari dermaga pada pukul 10.33 WITA. Peninjauan ini difokuskan untuk melihat kelayakan fisik rumah rumpon berukuran sekitar 6 x 8 meter yang menjadi titik kumpul komoditas perikanan di wilayah tersebut.
Rumpon bukan sekadar alat bantu, melainkan ekosistem buatan yang vital. Keberadaannya berfungsi sebagai tempat berlindung dan mencari makan bagi berbagai biota laut, sehingga nelayan dapat melakukan penangkapan ikan secara lebih terarah, efektif, dan efisien.
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, menjelaskan bahwa pemanfaatan rumpon yang terkelola dengan baik memberikan dampak ganda. Selain meningkatkan volume tangkapan, rumpon juga mampu menekan biaya operasional bahan bakar bagi nelayan karena lokasi penangkapan yang lebih pasti.
“Kolaborasi dengan Lanal Mamuju ini sangat strategis. Selain memastikan keamanan perairan, kita juga bersama-sama memantau infrastruktur perikanan agar pemanfaatan laut kita tetap berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ungkap Safaruddin di sela-sela peninjauan.
Senada dengan hal tersebut, pemanfaatan rumpon juga dinilai mendukung keberlanjutan hayati karena mencegah penangkapan ikan secara destruktif. Melalui pengawasan bersama ini, DKP Sulbar dan Lanal Mamuju berkomitmen menciptakan iklim perikanan yang maju, modern, dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem laut Sulawesi Barat.(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan