SULBAR, BKM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan makanan yang terjadi di Kabupaten Majene. Sebagai langkah penguatan, DKPPKB melakukan konsolidasi tim internal di Ruang Kerja Kepala Dinas, Rabu (14/1/2026).

​Langkah taktis ini merupakan implementasi dari visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera melalui program Panca Daya, khususnya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan sehat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.

​Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat adalah harga mati dalam menangani KLB. Ia menginstruksikan timnya untuk memantau perkembangan medis para korban selama 24 jam penuh.

​”Kami terus melakukan pemantauan intensif dan menjaga koordinasi tanpa putus dengan Puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten Majene. Penanganan di lapangan harus dilakukan secara terukur untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan terbaik,” tegas dr. Nursyamsi.

​Hingga saat ini, tercatat sebanyak 50 warga menjadi korban dalam dugaan keracunan massal tersebut. Tim kesehatan melaporkan kondisi terkini para korban sebagai berikut:

  • 25 orang masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
  • 16 orang telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang (rawat jalan).
  • 9 orang dalam pemantauan perawatan di rumah.

​”Alhamdulillah, hingga laporan terakhir tidak ada korban jiwa. Tim terus bekerja di lapangan untuk memastikan kondisi pasien yang masih dirawat segera stabil,” tambahnya.

​Melalui konsolidasi ini, DKPPKB Sulbar tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada investigasi penyebab keracunan untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. DKPPKB berkomitmen memberikan perlindungan kesehatan maksimal bagi masyarakat Sulbar melalui sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap ancaman penyakit maupun kejadian luar biasa lainnya. (rls)