MAMUJU, BKM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mulai memacu persiapan strategis menyambut tahun anggaran 2026. Melalui jajaran Sekretariat, DKPPKB menggelar rapat koordinasi internal di Aula Ammana Wewang guna mematangkan detail pelaksanaan program dan kegiatan mendatang.

​Langkah ini merupakan strategi percepatan untuk memastikan sektor kesehatan memberikan kontribusi maksimal terhadap visi besar pembangunan daerah: “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.”

​Rapat koordinasi ini digelar sebagai langkah konkret menindaklanjuti instruksi Kepala DKPPKB Sulbar, Nursyamsi Rahim. Ia menekankan bahwa setiap program harus berjalan beriringan dan selaras dengan prioritas pembangunan yang digagas oleh Gubernur Suhardi Duka.

​Sekretaris DKPPKB Sulbar, Marintani Erna Dochri, dalam arahannya menyebutkan bahwa Sekretariat memegang peran sentral sebagai “jantung” organisasi. Efektivitas di lini perencanaan, penganggaran, hingga pengelolaan aset menjadi prasyarat mutlak agar program tidak hanya terealisasi, tetapi juga tepat sasaran.

​“Sekretariat bertugas memastikan seluruh aspek administratif dan manajerial mendukung penuh kinerja operasional. Perencanaan yang presisi dan pengelolaan yang akuntabel adalah kunci keberhasilan kita,” ungkap Marintani.

​Agenda tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset, Rendi Rivaldi, bersama jajaran fungsional kesehatan serta umum. Fokus diskusi tertuju pada sinkronisasi dokumen perencanaan, kesiapan anggaran 2026, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala.

​Melalui konsolidasi intensif ini, DKPPKB Sulbar optimistis bahwa pelaksanaan program di tahun 2026 akan berjalan lebih cepat, terukur, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Komitmen ini sekaligus mempertegas semangat tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel dalam membangun kualitas kesehatan keluarga di Sulawesi Barat.(Ris)