MAMUJU, BKM – Malam di Desa Bambu tak seperti biasanya. Suasana haru menyelimuti udara saat ratusan warga berkumpul, bersimpuh dalam barisan doa yang khusyuk. Bukan untuk sebuah perayaan, melainkan untuk sebuah dukungan moril bagi pemimpin mereka, Hartono, Kepala Desa Bambu yang kini tengah mendekam di Rutan Mamuju akibat tersandung kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

​Di tengah dinginnya jeruji besi yang memisahkan mereka, antusiasme warga justru membara. Tua, muda, hingga tokoh masyarakat hadir memenuhi pelataran, melantunkan doa-doa terbaik agar sang Kades diberi kekuatan dan ketegaran menghadapi badai hukum yang sedang menerpa.

​Bagi warga Desa Bambu, Hartono bukan sekadar pejabat administratif. Di mata mereka, ia adalah sosok “Bapak” yang telah memberikan dedikasi terbaik selama menjabat.

​”Beliau adalah kepala desa terbaik yang pernah kami miliki. Masalah ini adalah ujian, dan kami di sini untuk memastikan beliau tidak merasa sendirian,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.

​Acara doa bersama ini menjadi simbol perlawanan terhadap stigma. Meski status hukum sedang berjalan, dukungan warga menunjukkan bahwa sisi humanis seorang pemimpin tetap melekat kuat di hati masyarakatnya.

Warga masyarakat Desa Bambu gear Doa bersama untuk Kepala Desa Bambu, Hartono. (Dok BKM)

Keluarga dan warga Desa Bambu menyampaikan harapan-harapan tulus mereka, Agar Hartono mampu melewati proses hukum dengan kepala tegak.

Mereka berharap agar kasus ini dapat segera selesai dengan hasil yang seadil-adilnya.

Ini juga menjadi bukti bahwa keramahtamahan warga Bambu tetap utuh bagi pemimpin yang mereka cintai.

​Kini, sementara proses hukum terus bergulir di Mamuju, warga Desa Bambu memilih untuk tetap “membersamai” pemimpin mereka melalui jalur langit. Sebuah pemandangan langka tentang loyalitas tanpa batas dari sebuah desa untuk seorang pemimpin yang kini tengah terpuruk.(Zulkifli)