SULBAR, BKM – Anggota DPRD Sulawesi Barat, Haluddin, bersama Sekretaris DPRD (Sekwan), Arianto, menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2027. Kegiatan strategis ini berlangsung di Ballroom Andi Depu, Gedung Kantor Gubernur Sulbar, Senin (9/2).

​Forum ini menjadi tonggak awal dalam menentukan arah kebijakan dan skala prioritas pembangunan Bumi Manakarra untuk tahun 2027 mendatang.

​Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta berbagai elemen pemangku kepentingan, baik secara luring maupun daring melalui kanal YouTube resmi Pemprov Sulbar.

​Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka memaparkan capaian menggembirakan di mana pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat kini telah berada di atas rata-rata nasional. Tren positif ini linear dengan keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

​”Arah pembangunan sejak 2025 menunjukkan hasil nyata. Pertumbuhan ekonomi kita yang melampaui angka nasional adalah sebuah kebanggaan karena berdampak langsung pada penurunan kemiskinan,” ungkap Suhardi Duka.

​Sebagai langkah konkret jangka pendek, Pemprov Sulbar telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp60 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk program padat karya di desa dan kota guna menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya beli masyarakat.

​Forum ini juga menjadi ruang dialektika bagi para akademisi, instansi pusat, dan Bank Indonesia untuk memberikan rekomendasi berbasis data makroekonomi. Harapannya, target yang dipasang dalam RKPD 2027 tetap realistis namun progresif.

​Menanggapi rencana besar tersebut, Anggota DPRD Sulbar, Haluddin, menekankan pentingnya efisiensi dan ketepatan sasaran dalam penyusunan program.

​”Kami berharap RKPD 2027 ini dapat melahirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah kondisi keterbatasan fiskal daerah yang kita hadapi,” ujar Haluddin yang didampingi Sekwan Arianto.

​Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa seluruh masukan, kritik, dan saran dari forum ini akan menjadi bahan evaluasi penting agar dokumen perencanaan pembangunan tahun 2027 menjadi lebih matang dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Zulkifli)