MAMUJU, BKM – Menjamin kualitas asupan gizi tidak hanya soal komposisi makanan, tetapi juga memastikan apa yang dikonsumsi aman dari zat berbahaya. Menyadari hal tersebut, Ahli Gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalukku Sinyonyoi, Syahriani Jufri, memberikan edukasi intensif mengenai keamanan pangan kepada masyarakat di wilayah Kelurahan Sinyonyoi, Mamuju.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026 ini, Syahriani memaparkan berbagai risiko kesehatan yang dapat timbul akibat kelalaian dalam menjaga keamanan pangan. Melalui presentasi visual, ia menjelaskan dampak buruk yang nyata seperti keracunan makanan, bahaya paparan bahan kimia, hingga risiko penyakit serius jangka panjang dan ancaman kematian jika mengonsumsi pangan yang tidak layak.
”Keamanan pangan adalah fondasi dari kesehatan. Tanpa pengelolaan yang benar, makanan yang seharusnya menjadi sumber energi justru bisa menjadi ancaman bagi tubuh kita,” ungkapnya di hadapan para peserta yang hadir dengan antusias.

Oleh ahli gizi SPPG Kalukku sinyonyoi.
Selain memberikan teori, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi interaktif. Syahriani menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri pangan yang terkontaminasi serta cara penyimpanan bahan makanan yang benar untuk menjaga nilai gizinya tetap optimal.
Program edukasi ini merupakan bagian dari komitmen Badan Gizi Nasional melalui SPPG Kalukku Sinyonyoi untuk meningkatkan standar kesehatan masyarakat melalui pengetahuan yang praktis dan aplikatif di kehidupan sehari-hari.(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan