MAMUJU,BERITAKOTAMANAKARRA.CO — Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS), bersama dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulbar dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Mamuju Tengah, sukses menggelar Dialog Akhir Tahun pada hari ini.

Acara yang mengusung tema krusial “Sinergi Penegakan Hukum dan Pencegahan Korupsi Menyambut Tahun Baru 2026” ini menjadi forum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memerangi tindak pidana korupsi di Sulawesi Barat, Selasa 9 Desember 2025.

​Dialog ini menghadirkan narasumber-narasumber kompeten dari berbagai sektor, menciptakan diskusi yang tajam dan konstruktif.

​Ketua GMNI Sulbar, Sugiarto, menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai agent of change. “Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan publik dan mencegah praktik-praktik koruptif. Kita harus proaktif, tidak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan solusi dan berkolaborasi dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.

​Senada dengan Sugiarto, Ketua IPM Mamuju Tengah, Muhammad Alfarisi, menekankan pentingnya edukasi antikorupsi sejak dini di kalangan pelajar. “Pelajar adalah calon pemimpin masa depan. Dengan menanamkan nilai-nilai integritas dan kejujuran sejak di bangku sekolah, kita sedang membangun benteng pertahanan antikorupsi yang kuat untuk Sulbar di masa mendatang,” ujarnya.

​Dari sektor pemerintah, Sekretaris Kesbangpol Sulbar, Muh. Yusuf Tahir, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, penegak hukum, dan elemen masyarakat adalah kunci utama.

“Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen penuh dalam mendukung upaya penegakan hukum dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih. Pengawasan dari pers dan masyarakat sipil sangat kami harapkan untuk mencapai tujuan ini,” kata Muh. Yusuf Tahir.

​Sementara itu, perwakilan dari Kanwil Kemenkumham Sulbar, Munawir, SH. MH., fokus pada aspek regulasi dan penegakan hukum. Beliau menekankan bahwa upaya pencegahan korupsi tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga melalui perbaikan sistem dan pemberian edukasi hukum yang masif.

“Transparansi adalah musuh utama korupsi. Kami siap bersinergi untuk memastikan setiap proses hukum berjalan akuntabel dan sesuai aturan yang berlaku,” jelas Munawir.

Dialog ini ditutup dengan komitmen bersama antara jurnalis, mahasiswa, dan pelajar untuk terus mengawal isu penegakan hukum dan pencegahan korupsi. Para jurnalis yang tergabung dalam IJS berjanji akan terus menyajikan berita yang faktual dan berimbang, berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi yang mengawasi jalannya pemerintahan dan penggunaan anggaran publik.

​Acara Dialog Akhir Tahun ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi seluruh stakeholder di Sulawesi Barat untuk memperkuat integritas dan memastikan tahun 2026 menjadi tahun yang lebih bersih dari praktik korupsi.
(Zulkifli)