MAMUJU, BKM – Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, memberikan pernyataan tegas terkait polemik penataan pegawai dan hubungannya dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal tersebut disampaikan dalam momen buka puasa bersama insan pers di Rumah Jabatan Gubernur.

​Gubernur menekankan bahwa setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk melakukan perubahan besar guna memperbaiki performa daerah yang selama ini dinilai belum mencapai target.

​Dalam penjelasannya, Gubernur menyoroti rendahnya capaian indikator kinerja utama Sulawesi Barat dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dianggap masih rendah.

​”Jika ingin melakukan perubahan, setiap pemimpin harus berani. Kita ingin ada perubahan mental dan kinerja. Selama ini target-target kita hampir tidak tercapai, baik MCP maupun SAKIP-nya rendah semua. Kalau PNS tidak diganti atau dilakukan perubahan, situasi ini akan sulit membaik,” tegas Suhardi Duka.

​Terkait polemik jabatan, Gubernur menjelaskan bahwa perampingan struktur organisasi merupakan kebutuhan mendesak agar birokrasi lebih efisien. Ia mengungkapkan adanya pengurangan jumlah lembaga secara signifikan dari yang semula 42 lembaga menjadi 36 lembaga.

​Langkah ini berimplikasi pada hilangnya sejumlah posisi struktural, mulai dari eselon II hingga eselon III. “Jabatan sekarang tidak cukup karena adanya perampingan. Banyak eselon dua dan tiga yang hilang. Jadi kalau soal BKN, kita harus tetap jalan dengan kebijakan ini demi kepentingan daerah,” tambahnya.

​Gubernur menyatakan tidak akan menarik kembali kebijakan yang telah diambil, meskipun menghadapi tantangan regulasi atau administrasi. Baginya, hasil akhir berupa pertumbuhan daerah adalah barometer utama keberhasilan reformasi birokrasi ini.

​”Kita sudah menilai pelaporan ini dan hasilnya kita capai. Target pertumbuhan kita berhasil kita raih. Kita tidak boleh menyerah pada situasi yang ada hanya karena takut melakukan perubahan,” pungkasnya di hadapan para jurnalis.(Zul)