MAMASA, BKM – Dalam rangkaian Safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhsan, Kecamatan Mambi, Rabu (4/3/2026), Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), membawa kabar baik bagi warga Kabupaten Mamasa. Meski kondisi fiskal daerah sedang terbatas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

​Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemprov Sulbar telah mengalokasikan dana sekitar Rp40 miliar dari APBD Provinsi khusus untuk pembangunan jalan dan kebutuhan infrastruktur lainnya di Kabupaten Mamasa.

​”Di tengah keterbatasan anggaran, Mamasa tetap menjadi skala prioritas kami. Tahun ini, kurang lebih Rp40 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan sektor penting lainnya,” ujar Suhardi Duka di hadapan jamaah sebelum pelaksanaan salat Tarawih.

​Namun, Gubernur juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa proses pembangunan dilakukan secara bertahap. Keterbatasan anggaran negara membuat pemerintah harus jeli dalam menentukan skala prioritas setiap tahunnya.

​Dalam kesempatan yang sama, SDK memberikan apresiasi tinggi terhadap duet kepemimpinan Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dan Wakil Bupati, H. Sudirman. Ia menilai keharmonisan pasangan pimpinan daerah ini menjadi kunci dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat Mamasa di tingkat provinsi.

​Terkait kebijakan anggaran hibah, Gubernur menjelaskan bahwa sesuai arahan pemerintah pusat (Kemendagri), tahun 2026 ini terdapat efisiensi besar-besaran yang meniadakan alokasi hibah untuk rumah ibadah dari APBD.

​”Tahun ini memang tidak ada hibah untuk masjid maupun gereja karena pemotongan anggaran yang signifikan. Kita berdoa semoga kondisi fiskal di tahun 2027 jauh lebih membaik,” jelasnya.

​Meski secara kedinasan anggaran hibah ditiadakan, kepedulian Gubernur Suhardi Duka tidak surut. Secara pribadi, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan Masjid Nurul Ikhsan Mambi.

​Menutup arahannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan harmoni sosial. Menurutnya, stabilitas daerah adalah pondasi utama agar roda pembangunan bisa berjalan maksimal.

​”Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan. Kebersamaan adalah modal terbesar kita untuk membangun Sulawesi Barat yang lebih baik,” pungkasnya.(Zulkifli)