SULBAR, BKM — Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat resmi menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra untuk periode Januari 2026 sebesar Rp3.092,15 per kilogram. Keputusan ini diambil dalam rapat penetapan harga yang digelar di Hotel Berkah, Mamuju, Selasa (13/1).

​Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, didampingi Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Agustina Palimbong. Langkah ini merupakan wujud nyata misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di sektor perkebunan.

​Berdasarkan hasil perhitungan Indeks “K”, harga periode ini mengalami sedikit penyesuaian (penurunan) dibandingkan Desember 2025. Hal ini dipicu oleh dinamika pasar global, yakni melemahnya permintaan ekspor di tengah kondisi stok Crude Palm Oil (CPO) yang cenderung stabil dan tinggi.

​Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, berharap ketetapan harga ini dapat menjaga kesejahteraan para petani sawit di Sulawesi Barat.

​“Kami berharap hasil kesepakatan hari ini dapat dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat, terutama bagi para petani sawit yang telah menjalin kemitraan,” ujar Faizal.

​Sementara itu, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil, Agustina Palimbong, menekankan bahwa hubungan harmonis antara perusahaan dan petani adalah kunci keberlanjutan industri sawit daerah.

​“Kami mendorong agar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan pekebun terus memperkuat kemitraan sesuai dengan amanat Permentan Nomor 13 Tahun 2024,” tegas Agustina.

​Pertemuan strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari OPD lingkup Pemprov Sulbar (Dinas Dagperinkop-UKM, Distransnaker, Biro Hukum, serta Biro Ekonomi dan Adpim), perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, hingga Kepolisian Daerah Sulawesi Barat.

​Hadir pula sejumlah perwakilan perusahaan besar seperti PT Surya Raya Lestari I & II, PT Letawa, PT Pasangkayu, PT Unggul Widya Teknologi Lestari, PT Manakarra Unggul Lestari, dan PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri, serta asosiasi petani yang diwakili oleh ASPEKPIR dan APKASINDO. (Rls)