MAMUJU, BKM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Kodim 1418/Mamuju menggelar aksi kemanusiaan berupa Donor Darah, Medical Check Up (MCU), dan pemeriksaan Sadanis. Kegiatan yang dipusatkan di Markas Kodim 1418/Mamuju, Jalan Ahmad Yani, ini menjadi bukti nyata kepedulian organisasi istri prajurit terhadap kesehatan masyarakat, Jumat (6/2/2026).

​Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi Korem 142/Tatag, di antaranya Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf Abdul Rahman, para Kasi Kasrem, serta Ketua Persit Koorcab Rem 142, Ny. Rina Hartono. Kehadiran para tokoh ini mempertegas dukungan penuh TNI AD terhadap gerakan sosial di Sulawesi Barat.

​Dandim 1418/Mamuju, Letkol Arm Andang Radianto, S.A.P., menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan langkah konkret untuk membantu pemenuhan stok darah yang sering kali kritis di wilayah Mamuju.

​”Momentum HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana ini kami jadikan sarana untuk meningkatkan semangat pengabdian. Melalui donor darah dan pemeriksaan kesehatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan fasilitas kesehatan di daerah kita,” ungkap Dandim.

​Meski antusiasme pendonor dari personel Kodim, PNS Korem, dan anggota Persit sangat tinggi, kegiatan ini kembali memotret tantangan besar bagi dunia kesehatan di Sulawesi Barat. Hingga saat ini, Kabupaten Mamuju sebagai ibu kota provinsi masih menghadapi kendala serius terkait infrastruktur penyimpanan darah.

​Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap kali aksi donor darah dilakukan di Mamuju, keterlibatan Unit Donor Darah (UDD) PMI Polewali Mandar (Polman) hampir selalu dibutuhkan. Hal ini terjadi karena Mamuju belum memiliki peralatan penyimpanan darah yang memadai.

​Kondisi “Darurat Darah” ini menjadi perhatian penting. Tanpa adanya Bank Darah yang mumpuni di Kabupaten Mamuju, distribusi dan ketersediaan stok darah untuk keadaan darurat medis sering kali terhambat oleh jarak dan waktu tempuh dari kabupaten tetangga. Kebutuhan akan fasilitas penyimpanan mandiri menjadi mendesak agar pelayanan kesehatan di jantung Sulawesi Barat tidak terus bergantung pada daerah lain.

​Kegiatan yang juga dihadiri oleh Dandenkesyah Mamuju, Letkol Ckm Sunarto, serta Ketua Persit KCK Cabang XLII, Ny. Dini Andang Radianto ini berjalan tertib dan lancar. Aksi ini diharapkan mampu memantik perhatian pemangku kebijakan untuk segera melengkapi fasilitas kesehatan di Mamuju, sehingga semangat donor darah masyarakat dapat terwadahi dengan sistem penyimpanan yang profesional dan mandiri.(Zulkifli)