MAMUJU, BKM – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Simbuang, Mamuju, kembali menjadi sorotan setelah insiden yang merugikan pelanggan terjadi saat jam sibuk pergantian karyawan jaga pagi hari ini. Sejumlah pengendara yang sudah mengantre harus menelan kekecewaan dan mengalami keterlambatan parah karena tidak adanya kejelasan mengenai kapan pengisian bahan bakar akan dilanjutkan.

Antrean Mengular, Pelayanan Berhenti Tiba-Tiba

​Kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WITA, saat antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mulai memanjang, menandakan dimulainya aktivitas harian. Namun, alih-alih dilayani dengan cepat, para pelanggan justru dipaksa menunggu dalam ketidakpastian.

​Menurut kesaksian beberapa pelanggan di lokasi, petugas jaga pagi terlihat melakukan proses serah terima atau shift change yang sangat lamban dan tidak terkoordinasi. Bahkan, selama proses ini berlangsung, mesin-mesin pengisian dibiarkan nonaktif.

​“Ini sudah kebiasaan. Setiap pergantian shift pagi pasti begini. Kami sudah buru-buru mau ke kantor, tapi malah ditahan begini tanpa ada petugas yang menjelaskan kapan mulai diisi lagi,” keluh Bpk. Andi, salah seorang pengendara motor yang mengantre.

Komunikasi Minim, Janji Pelayanan Cepat Dipertanyakan

​Kekesalan pelanggan semakin memuncak karena tidak ada satu pun karyawan SPBU, baik dari staf yang lama maupun yang baru datang, yang memberikan informasi yang jelas atau estimasi waktu kapan pelayanan akan normal kembali. Beberapa pelanggan yang mencoba bertanya hanya mendapat jawaban yang mengambang.

Foto. Antrian kendaraan menular akibat pelayanan.

​Insiden ini memperpanjang daftar keluhan masyarakat terhadap kualitas pelayanan di SPBU Simbuang. Masyarakat berharap agar manajemen SPBU dapat menertibkan prosedur operasional standar (SOP) terutama pada momen krusial seperti pergantian shift, sehingga tidak merugikan waktu dan kepentingan publik.

Tuntutan Perbaikan dari Masyarakat

​Pihak Pertamina diminta untuk segera turun tangan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap operasional SPBU Simbuang. Pelanggan mendesak agar SPBU menyediakan petugas standby atau memberlakukan sistem pergantian shift yang lebih efisien, memastikan bahwa layanan pengisian bahan bakar tetap berjalan lancar tanpa jeda.

​Hingga berita ini diturunkan, pelayanan di SPBU Simbuang sudah mulai beroperasi normal kembali, namun kerugian waktu yang dialami oleh pelanggan pada jam-jam krusial tersebut sudah terlanjur terjadi.(Zulkifli)