POLEWALI MANDAR, BKM – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat terus bergerak cepat mendorong kemudahan berusaha di wilayahnya. Melalui kunjungan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Polewali Mandar, Kakanwil Kemenkumham Sulbar, Saefur Rochim, menekankan pentingnya integrasi sistem perizinan yang bebas hambatan, Kamis (5/2).

​Dalam kunjungan tersebut, Saefur Rochim didampingi Kadiv Pelayanan Hukum Hidayat Yasin, Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM John Batara Manikallo, serta Kabid AHU Wardi. Fokus utama pertemuan ini adalah sinkronisasi antara sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) dengan Online Single Submission (OSS).

​Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan proses pendaftaran dan pengesahan Perseroan Terbatas (PT) Perorangan. Integrasi data antar-sistem ini diharapkan mampu memangkas birokrasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Polewali Mandar.

​”Sinergi lintas instansi adalah kunci. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan kepastian hukum sekaligus kemudahan dalam memulai usaha. Jika administrasinya efisien, ekonomi daerah tentu akan tumbuh lebih kuat,” ujar Saefur Rochim.

​Tak hanya menyasar instansi pemerintah, rombongan Kanwil Kemenkum Sulbar juga melakukan koordinasi intensif dengan para Notaris di Kabupaten Polewali Mandar. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan setiap akta badan hukum yang terbit memiliki standar formal dan materiil yang kokoh.

​Dalam sesi tersebut, para notaris diingatkan untuk memperketat penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ). Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi agar jasa notaris tidak disalahgunakan untuk tindakan melanggar hukum.

​”Ketelitian notaris dalam pelaporan akta secara elektronik sangat menentukan. Kami ingin meminimalisir kesalahan administrasi agar proses pengesahan badan hukum berjalan cepat dan memberikan manfaat optimal bagi publik,” tambah jajaran Kanwil.

​Melalui kolaborasi antara Kemenkum, Pemkab Polman, DPMPTSP, dan Notaris, diharapkan iklim investasi di Sulawesi Barat semakin kompetitif dan ramah terhadap pelaku usaha lokal.(Zulkifli)