MAMUJU, BKM – Di tengah gelombang demonstrasi yang berujung pada aksi penjarahan dan pembakaran di sejumlah daerah, Maradika Raja Mamuju, YM Andi Bau Akram Dai mengeluarkan himbauan tegas agar seluruh masyarakat menjaga kondusifitas dan menahan diri dari tindakan anarkis.
Himbauan ini disampaikan sebagai respons atas situasi nasional yang semakin memanas dan mengancam persatuan bangsa.
​Dalam pernyataan tersebut raja mamuju bersama, pemangku adat kerajaan mamuju, Ketua kerukunan keluarga Sulawesi Selatan, kerukunan keluarga Luwu Raya, kerukunan keluarga Bantaeng, kerukunan keluarga Bone kerukunan keluarga Pinrang, kerukunan keluarga Soppeng, ikatan wanita Sulawesi Selatan, komunitas sahabat madani dan tokoh agama Islam tokoh agama Kristen, serta tokoh agama Katolik.
Maradika Raja Mamuju, YM Bau Akram Dai menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan wilayah khususnya dalam menyikapi dinamika yang terjadi pada aksi unjuk rasa saat ini.
“Penyampaian aspirasi adalah hak namun harus dilakukan secara damai dan tidak mengganggu ketertiban umum kami juga mengajak semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi senantiasa menjunjung tinggi nilai demokrasi yang sehat dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah”, Kata YM Bau Akram Dai.
Raja Mamuju berharap ke depan kejadian yang terjadi di nasional, tidak terulang kembali dan mari kita bersama menjaga keamanan, persatuan dan kesatuan demi kebaikan dan kemajuan bangsa, Ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Ketua kerukunan keluarga Sulawesi selatan, Dr.Haedar Harun menyerukan kepada seluruh keluarga yang tergabung dalam Kerukunan keluarga Sulawesi Selatan di Sulawesi Barat untuk kembali merajut kebersamaan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
Sementara itu tokoh agama, pastor oktavianus samson moreni menekankan bahwa aspirasi harus disampaikan melalui cara-cara damai dan konstitusional, bukan dengan kekerasan yang merugikan.
(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan