MAMUJU, BKM – Menjelang prosesi pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sulawesi Barat periode 2025–2030, suasana di Kompleks Rumah Adat Mamuju tampak berbeda. Alih-alih sekadar seremoni formal, KKSS Sulbar memilih merayakannya dengan menghadirkan rangkaian acara kerakyatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mulai dari Pasar Murah, Ekspos UMKM, Pameran Pusaka, hingga turnamen domino dan hiburan rakyat, seluruh agenda ini dirancang untuk menghidupkan denyut ekonomi sekaligus melestarikan tradisi.
Bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju, agenda pasar murah menjadi primadona yang paling diserbu warga. Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati lokasi demi mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah standar pasar. Langkah ini dipandang sebagai solusi konkret di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap memberatkan warga.
Selain aspek ekonomi, sisi historis juga menonjol lewat pameran benda pusaka. Koleksi artefak khas Sulawesi Selatan yang dipajang bukan hanya menjadi objek tontonan, melainkan media edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai peradaban leluhur kepada generasi muda.
Ketua BPW KKSS Sulbar, Dr. Haedar Harun, M.Pd, menyatakan bahwa rangkaian acara ini adalah bukti nyata komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat.
”Kami ingin pelantikan ini menjadi momentum bagi KKSS untuk benar-benar dirasakan manfaatnya. Ini bukan sekadar acara formal, tapi wujud kontribusi sosial dan pelestarian budaya kita,” ungkap Haedar pada Kamis (5/2/2026).
Ia juga menambahkan bahwa KKSS Sulbar ke depannya harus menjadi “rumah besar” yang inklusif. Organisasi ini tidak hanya fokus mempererat persaudaraan warga perantauan asal Sulsel, tetapi juga aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan sosial.
Antusiasme warga yang meluap di Rumah Adat Mamuju menjadi sinyal positif bagi kepengurusan baru. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan mencapai puncaknya pada seremoni pengukuhan pengurus BPW KKSS Sulbar masa bakti 2025–2030.
Melalui nakhoda baru, KKSS diharapkan mampu terus memperkuat peran strategisnya dalam menjaga persatuan, merawat identitas budaya, serta menjadi motor penggerak kesejahteraan di tanah Sulawesi Barat.(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan