SULBAR, BKM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) menaruh perhatian serius terhadap derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat kini diajak memperkuat literasi digital guna membentengi diri dari hoaks yang kian masif.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Keduanya menempatkan literasi digital sebagai pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia di tengah transformasi digital yang tak terbendung.

https://beritakotamanakarra.co/gubernur-sulbar-suhardi-duka-lantik-14-pejabat-eselon-ii-ini-daftar-lengkapnya/

​Kepala Diskominfo Sulbar, Ridwan Djafar, mengungkapkan bahwa ruang digital saat ini tidak hanya dipenuhi informasi menyesatkan, tetapi juga ancaman penipuan, ujaran kebencian, hingga kejahatan siber.

​”Literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar masyarakat mampu menyaring informasi secara mandiri,” tegas Ridwan, Rabu (21/1/2026).

Ridwan menekankan pentingnya membangun kebiasaan baru: memverifikasi setiap kabar yang diterima dan memastikan sumbernya kredibel sebelum dibagikan kembali. Menurutnya, mencerdaskan pengguna adalah cara paling realistis karena media sosial mustahil dibendung sepenuhnya.

​Terkait isu sensitif seperti judi online dan pemblokiran situs, Ridwan menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada di pemerintah pusat. Namun, Diskominfo Sulbar tetap berkomitmen melakukan upaya kolaboratif.

​”Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memperluas edukasi hingga ke akar rumput. Melawan hoaks adalah tanggung jawab bersama agar ruang digital kita tidak diracuni informasi palsu. Intinya, saring sebelum sharing,” pungkasnya.(Zulkifli)

Bagaimana pendapat Anda tentang maraknya hoaks belakangan ini? Tulis di kolom komentar