SULBAR, BKM – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulawesi Barat menyatakan kesiapannya dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui rapat koordinasi lintas OPD, dinas ini telah menyusun strategi dukungan teknis, mulai dari kelancaran transportasi hingga pembangunan infrastruktur permukiman.

​Rapat yang dipimpin oleh Asisten I Pemprov Sulbar ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Suhardi Duka (SDK). Tujuannya adalah memastikan seluruh program selama Ramadan berjalan sinkron dan terintegrasi antar-organisasi perangkat daerah.

​Sekretaris Dinas Perkimtanhub Sulbar, Andi Ahmad Lutfhi Salahuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terlibat aktif dalam rangkaian Safari Ramadan yang dijadwalkan pada 22 Februari hingga 2 Maret 2026. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan kenyamanan masyarakat saat beribadah melalui pengaturan lalu lintas.

​”Selain menyukseskan Safari Ramadan, kami juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna menjamin kelancaran mobilitas warga. Bidang LLAJ akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengatur arus kendaraan di sekitar masjid, terutama saat pelaksanaan salat tarawih berjamaah,” jelas Andi Lutfhi, Kamis (5/2/2026).

​Tak hanya fokus pada layanan transportasi, Perkimtanhub di bawah arahan Kadis Maddareski Salatin juga tancap gas dalam pembangunan fisik. Salah satu agenda dalam waktu dekat adalah peresmian proyek drainase perumahan di Wono, Kabupaten Polewali Mandar.

​Pembangunan drainase ini menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kualitas lingkungan permukiman dan mencegah terjadinya genangan air maupun banjir saat cuaca ekstrem. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan standar kesehatan dan kenyamanan hunian masyarakat setempat.

​Dukungan teknis dan infrastruktur ini sejalan dengan visi-misi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, SDK-JSM, dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta membangun infrastruktur yang berwawasan lingkungan.

​Koordinasi yang solid antar-OPD diharapkan menjadi kunci agar seluruh aktivitas masyarakat selama bulan suci, baik dari sisi spiritual maupun ekonomi, dapat berjalan tanpa kendala yang berarti.(Zulkifli)