MAMUJU, BKM – Menindaklanjuti arahan strategis dari Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri tingkat nasional, Polda Sulawesi Barat menyelenggarakan Rapim Tingkat Wilayah di Aula Marannu pada Rabu (18/2/2026). Pertemuan ini menjadi krusial dalam merumuskan langkah taktis guna menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika situasi global yang kian kompleks.

​Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, memimpin langsung jalannya rapat tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa ketegangan geopolitik dunia—seperti konflik Rusia-Ukraina serta situasi di Timur Tengah—membawa dampak nyata yang harus diantisipasi hingga ke level daerah.

​”Dampak konflik global ini tidak hanya dirasakan di wilayah berseteru. Kita harus bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi, gangguan logistik, hingga penurunan daya beli masyarakat. Jika tidak dimitigasi, hal ini bisa memicu tekanan sosial dan gangguan keamanan,” ujar Kapolda.

Berdasarkan analisis National Security Council Indonesia (NSCI), persepsi keamanan sebuah wilayah berbanding lurus dengan minat investasi. Kapolda menegaskan bahwa Polri memiliki peran vital dalam memastikan Sulawesi Barat tetap kondusif agar investor tidak ragu untuk menanamkan modalnya.

​Sebagai langkah konkret, Kapolda menetapkan 5 Prioritas Utama bagi jajaran Polri di Sulawesi Barat:

  1. Audit Internal: Pendataan personel, kekuatan logistik, dan alokasi anggaran secara akurat.
  2. Pemetaan Wilayah: Identifikasi detail titik kritis dan potensi risiko di seluruh wilayah hukum Sulbar.
  3. Metode Mandiri: Penyusunan SOP penanganan masalah yang spesifik untuk tiap wilayah.
  4. Kekuatan Pam Swakarsa: Memperkuat kolaborasi dengan unsur pengamanan swakarsa sebagai mitra stabilitas.
  5. Evaluasi Berkala: Analisis rutin terhadap efektivitas pengamanan yang telah dijalankan.

Sesuai amanat Presiden, Irjen Pol Adi Deriyan mengingatkan jajarannya untuk menjadi “Polisi Rakyat” yang melayani dengan hati, jujur, dan tanpa jarak. Di era digital ini, Kapolda juga menyoroti pentingnya memahami karakteristik Generasi Z yang kini mendominasi populasi.

​”Pendekatan kita harus berbasis dialog, responsif, dan visual. Komunikasi harus sederhana namun solutif, serta tetap menunjukkan ketegasan yang adil,” tambahnya.

Menutup arahannya, Kapolda menyampaikan pesan keras mengenai integritas. Mengutip instruksi Kapolri, ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi personel yang terbukti melanggar aturan.

​”Jika terbukti melakukan pelanggaran, tidak ada lagi teguran. Saya akan langsung ambil tindakan pencopotan. Jangan pernah menyalahgunakan kewenangan yang telah diamanahkan oleh negara,” tegasnya.

​Beliau juga mengajak seluruh personel untuk menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai ladang ibadah, dengan tetap fokus pada isu ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta percepatan pelayanan publik melalui Call Center 110 dan SPKT.(Zulkifli)