MAMUJU, BKM — Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju Refli Sakti Sanjaya Soroti kinerja Balai Pelaksana Jalan (BPJN) Sulbar yang terkesan mengabaikan bangunan baru yang berdiri di sepanjang Jalan Arteri Mamuju.
Kata Refli Sakti Sanjaya bahwa setelah berani membangun gedung kantornya (Kantor BPJN Sulbar) beserta beberapa gedung yang berada disekitarnya diatas lahan yang tidak jelas status kepemilikan dan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulbar justru terkesan lagi-lagi membiarkan berdirinya bangunan berupa cafe yang belakangan diresmikan dengan nama Dermaga Sandeq Nusantara, Ujarnya.
“Bangunan dengan nama Dermaga Sandeq Nusantara justru mendapat sorotan dari berbagai pihak karena dianggap mengganggu keamanan aktifitas berkendara, Sebab bangunan cafe yang bernama dermaga sandeq nusantara ini didirikan tepat disamping jalan arteri yang diketahui merupakan jalur cepat bebas hambatan. Bahkan pagar pembatas jalan arteri sebagian dilepas untuk akses masuk ke cafe tersebut”, Kata Refli Sakti Sanjaya
Refli Sakti Sanjaya mencoba merefleksi kita semua soal kejadian beberapa waktu yang lalu soal pedagang kaki lima yang ditertibkan oleh pihak BPJN Sulbar karena dianggap mengganggu jalur cepat bebas hambatan (Jalur Arteri Mamuju), Ungkapnya.
“Bahkan kemarin ada polemik antara warga lingkungan Rimuku dengan pihak BPJN Sulbar karena rasa tidak terima atas berdirinya pagar-pagar yang menghalangi akses warga untuk pergi ke laut”, Kesal Refli Sakti Sanjaya.
Refli Sakti Sanjaya meminta pihak BPJN Sulbar agar tidak pilih kasih soal pemanfaatan ruang di sepanjang jalan Arteri Mamuju, mereka (BPJN Sulbar) harus tegak lurus dalam berbicara aturan tanpa pandang bulu, Pungkasnya.
“Jangan nanti warga setempat bahkan PKL yang ingin ditertibkan ketika dianggap potensi mengganggu keamanan jalan arteri sebagai jalur cepat bebas hambatan tetapi pihak terkait yang diduga milik petinggi polisi di Sulbar ketika membangun cafe yang jelas-jelas melepas pagar pembatas jalan arteri bahkan berpotensi mengganggu keamanan pengguna jalan karena tempat parkirnya kendaraan para pengunjung cafe tersebut berada di sepanjang sisi jalan arteri itu justru malah dibiarkan, ini tentu akan selalu menjadi tanda tanya besar oleh publik”, Kata Sakti.
Refli Sakti Sanjaya mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan Dermaga Sandeq Nusntara serta status kepemilikan lahan dan sumber dana yang digunakan dari pembangunan gedung tersebut, Ujarnya.
“Olehnya itu, kami mendesak Mentri PUPR agar segera mengevaluasi BPJN Sulbar secara besar-besaran kalau perlu ganti pimpinannya sebelum semakin banyak berdiri bangunan yang diduga ilegal karena belum jelas alas hukumnya disepanjang jalan arteri yang dimana publik ketahui jalan ini merupakan jalur cepat bebas hambatan”, Pungkas Sakti.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adang R. Ginanjar saat di konfirmasi wartawan menjelaskan bahwa awalnya lokasi tersebut direncanakan untuk pembangunan asrama Airud dengan anggaran dari SBSN tahun 2025.
Namun, karena kawasan itu masuk dalam jalur wisata bahari, proyek tersebut dipindahkan ke Bandara Tampa Padang.
“Anggaran proyek ini bukan dari dana resmi, melainkan hasil kerja bakti anggota Brimob dan Airud yang memiliki keahlian di bidang konstruksi. Sementara itu, untuk dapur makanan bergizi, anggarannya berasal dari Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Kapolda menegaskan bahwa dermaga ini dibangun untuk kepentingan masyarakat, termasuk mendukung sektor UMKM dan membuka lapangan kerja.
“Jika dermaga ini tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, kami bisa menutupnya untuk kepentingan keamanan dan pertahanan Polda,” tegasnya.
Sementara itu kordinator Badan Gizi Nasional Sulawesi Barat, Asri yang diwawancara wartawan soal Dermaga Sandeq Nusantara yang dijadikan Dapur umum mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada data yang masuk untuk penggunaan Dermaga Sandeq Nusantara sebagai dapur umum makanan bergizi.
“Baik, kalau itu bang kami belum bisa berkomentar lebih jauh. Kami juga hanya liat informasinya dari media, Memang bang kami dapat info kalau kepolisian diberi amanah oleh BGN Pusat untuk membangun dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam hal ini polda dan polres di tiap-tiap daerah”, Kata Asri
(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan