SULBAR, BKM – RSUD Provinsi Sulawesi Barat tengah melakukan perombakan besar-besaran dalam sistem pelayanannya. Tak lagi terjebak pada klasifikasi kelas A atau B yang konvensional, rumah sakit plat merah ini kini beralih fokus pada penguatan Layanan Berbasis Kompetensi untuk menjamin standar medis tertinggi bagi masyarakat.

​Transformasi ini menjadi agenda utama dalam Rapat Koordinasi Dewan Pengawas (Dewas) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di Ruang Rapat Sekda, Selasa (27/01/2026). Langkah agresif ini merupakan pengejawantahan misi ketiga Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam menciptakan SDM unggul melalui layanan kesehatan berkualitas.

​RSUD Sulbar secara transparan mengakui tantangan besar yang dihadapi. Berdasarkan data aplikasi RS Online Kementerian Kesehatan, teridentifikasi 24 jenis layanan yang perlu segera dipacu kompetensinya—mencakup kategori dasar hingga madya yang masih memerlukan penguatan serius.

​”Rumah sakit adalah wajah daerah. Kita tidak bisa setengah-setengah. Peran manajemen dari perencanaan hingga pengawasan harus diperkuat agar pelayanan berjalan profesional dan zero-complain,” tegas manajemen RSUD dalam rapat tersebut.

​Guna mengatasi keterbatasan SDM spesialis dan sarana prasarana, Dewas menyepakati penyusunan Matriks Prioritas Pengembangan. Strategi ini akan menjadi kompas dalam meningkatkan level layanan dari tingkat Dasar menuju Madya, Utama, hingga target tertinggi: Paripurna.

​Beberapa layanan “seksi” yang kini mulai dipacu pengembangannya meliputi:

  • Layanan Hemodialisa (Cuci Darah) yang lebih modern.
  • Onkologi (Kanker) untuk meminimalisir rujukan ke luar daerah.
  • Layanan Prioritas Strategis lainnya sesuai kebutuhan mendesak warga Sulbar.

​Dinas Kesehatan Sulbar menyatakan komitmen penuhnya untuk memperkuat jejaring kerja sama dan pendidikan SDM. Di sisi lain, BPKPD bersama jajaran Tenaga Ahli Gubernur memastikan dukungan anggaran dan fasilitas tetap berpijak pada prinsip good government dan good clinical governance.

​Sinergi besar ini menjadi sinyal kuat bahwa RSUD Sulbar tidak hanya sedang berbenah secara fisik, tetapi sedang membangun ekosistem kesehatan masa depan yang lebih kompetitif dan manusiawi.(Zulkifli)