​MAMUJU, BKM – Semangat mewujudkan generasi sehat dan cerdas terus digelorakan di wilayah Kecamatan Kalukku. Menyongsong peringatan Hari Gizi Nasional, Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sinyonyoi Kalukku, Syahriani Jufri, hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi gizi yang dipusatkan di SD Inpres Lombang-Lombang, Kecamatan Kalukku, Rabu (21/01/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Mamuju ini mengangkat tema besar: “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa mengenai pentingnya pola makan sehat dan asupan nutrisi yang seimbang.

Dalam kehadirannya, Syahriani Jufri menekankan bahwa peran SPPG tidak hanya sekadar menyediakan makanan, tetapi juga memastikan adanya edukasi yang berkelanjutan bagi peserta didik.

​”Kami di SPPG Sinyonyoi sangat mengapresiasi kolaborasi bersama Persagi Mamuju ini. Untuk mencetak Generasi Emas 2045, kita harus mulai dari sekarang. Gizi optimal adalah fondasi utama agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan bebas stunting,” ujar Syahriani di hadapan para siswa dan guru.

Acara yang berlangsung meriah ini diisi dengan berbagai materi edukatif yang dibawakan secara interaktif oleh para ahli gizi. Para siswa diajak mengenal konsep “Isi Piringku”, pentingnya sarapan sehat, serta bahaya jajanan sembarangan yang kurang bernutrisi.

​Syahriani menambahkan bahwa kehadiran SPPG di wilayah Kalukku merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kecukupan gizi anak sekolah. Ia berharap melalui sosialisasi ini, para siswa dapat menerapkan kebiasaan makan sehat di sekolah maupun di rumah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya masif Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam mempercepat penurunan angka prevalensi stunting. Dengan sinergi antara tenaga ahli gizi (Persagi), pihak sekolah, dan SPPG, diharapkan kualitas kesehatan anak-anak di wilayah Lombang-Lombang dan sekitarnya mengalami peningkatan signifikan.

​”Generasi Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan target yang harus kita capai dengan memastikan tidak ada satu pun anak yang kekurangan gizi hari ini,” tutup Syahriani dengan optimis. (Zulkifli)