MAMUJU, BKM – Ketika sebagian besar warga Kecamatan Sampaga masih terlelap dalam mimpi, hiruk-pikuk aktivitas justru sudah memuncak di Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bunde. Tepat pukul 02.00 dini hari, denting peralatan masak mulai bersahutan, menandai dimulainya perjuangan harian tim penyedia nutrisi sekolah.
Para petugas tampak cekatan mengolah bahan makanan segar. Uap panas dari tungku-tungku besar memenuhi ruangan, menciptakan suasana kerja yang intens namun teratur. Aktivitas “curi start” di waktu subuh ini bukan tanpa alasan; ketepatan waktu adalah harga mati agar distribusi makanan ke sekolah-sekolah tidak terlambat.
Kepala SPPG Bunde, Irsyad Baharuddin, menegaskan bahwa persiapan dini hari merupakan kunci utama keberhasilan program gizi ini. Menurutnya, jeda waktu antara proses memasak, pengemasan, hingga pengiriman harus diperhitungkan dengan sangat matang.
”Kami sudah mulai bergelut dengan alat dapur sejak pukul 02.00 dini hari. Fokus utama kami adalah memastikan seluruh paket makanan bagi siswa siap tepat waktu. Kami tidak ingin ada keterlambatan distribusi yang bisa mengganggu jadwal sarapan atau makan siswa di sekolah,” ujar Irsyad.
Meski harus bekerja di jam-jam krusial, standar kebersihan dan kualitas gizi tetap menjadi prioritas. Tim di Dapur Bunde memastikan setiap menu yang dimasak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelum akhirnya masuk ke tahap pengemasan dan diberangkatkan menuju sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Sampaga.
Dedikasi tim SPPG Bunde di balik layar ini menjadi tulang punggung bagi keberlangsungan program gizi yang diharapkan mampu meningkatkan fokus dan semangat belajar para siswa di pagi hari.(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan