MAMUJU, BKM – Sebagai bentuk akuntabilitas publik dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sentra Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Bunde Sampaga merilis detail komposisi dan kandungan nutrisi paket makanan yang disalurkan. Langkah ini dilakukan di bawah pengawasan langsung Kepala SPPG, Muh. Irsyad, guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi akurat mengenai kualitas asupan yang diberikan.

​Data terbaru menunjukkan bahwa paket MBG dirancang khusus berdasarkan kebutuhan kelompok sasaran, yakni Balita serta Ibu Hamil (Bumil) dan Ibu Menyusui (Busui). Setiap paket tidak hanya mementingkan kuantitas, tetapi juga keseimbangan makronutrien seperti protein, lemak, dan karbohidrat.

Rincian Nutrisi Paket Balita

Untuk mendukung pertumbuhan emas anak, paket Balita berisi susu UHT, roti, pisang barangan, dan telur rebus. Komposisi ini menghasilkan energi sebesar 670,99 Kkal dengan kandungan protein mencapai 24,44 Gram. Kombinasi ini sangat krusial dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja SPPG Bunde Sampaga.

Rincian Nutrisi Paket Bumil & Busui

Sementara itu, untuk Ibu Hamil dan Menyusui, porsi nutrisi ditingkatkan secara signifikan guna mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin/bayi. Paket yang terdiri dari susu khusus, apel, telur rebus, dan roti ini mengandung energi sebesar 906,12 Kkal dan protein tinggi sebanyak 32,23 Gram.

​Kepala SPPG Bunde Sampaga, Muh. Irsyad, menjelaskan bahwa keterbukaan informasi mengenai kandungan gizi ini bertujuan untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola makan seimbang.

​”Kami tidak ingin sekadar membagikan makanan. Kami ingin memastikan setiap kalori dan protein yang dikelola oleh relawan kami di SPPG Bunde Sampaga benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat. Transparansi gizi adalah komitmen kami untuk meminimalisir keraguan pihak luar terhadap program MBG ini,” ungkap Muh. Irsyad.

​Dengan adanya rincian data gizi yang terukur ini, SPPG Bunde Sampaga optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan menjadi pilar utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.(Zul)