MAMUJU, BKM – PT Jasa Raharja Cabang Mamuju secara resmi mengakhiri rangkaian kegiatan Pengamanan (PAM) Lebaran 2026 setelah mengawal periode arus mudik dan balik Idulfitri. Meski operasional PAM berakhir, komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan transportasi di Sulawesi Barat justru semakin diperkuat.

​Kepala Cabang PT Jasa Raharja Mamuju, Rusmin Nuryadin, memaparkan data evaluasi selama periode PAM yang berlangsung sejak 13 hingga 30 Maret 2026. Tercatat, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan meninggal dunia sebesar Rp700.000.000. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 55,56% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

​Selain nilai santunan, volume kecelakaan juga mengalami peningkatan. Terdapat 82 insiden yang tercatat, atau naik 17,14% dari tahun lalu. Dari sisi respons layanan medis, Jasa Raharja Mamuju telah menerbitkan 44 surat jaminan bagi korban luka-luka, meningkat 2,33% dari periode sebelumnya.

​”Capaian ini adalah cerminan komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif. Namun, angka-angka ini juga menjadi indikator penting bagi kami untuk mengevaluasi efektivitas strategi pencegahan kecelakaan di masa depan,” ujar Rusmin.

​Rusmin menekankan bahwa kecepatan pelayanan santunan dan jaminan biaya rumah sakit di wilayah Sulawesi Barat adalah hasil kolaborasi solid dengan berbagai mitra, mulai dari Kepolisian, pihak Rumah Sakit, BPTD, hingga Dinas Perhubungan.

​Berbagai langkah preventif telah dilakukan sepanjang periode mudik, di antaranya:

  • Koordinasi Forum Lalu Lintas: Melakukan survei langsung ke jalur-jalur rawan kecelakaan.
  • Edukasi Proaktif: Melalui Safety Campaign di tingkat kecamatan dan program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di sekolah-sekolah.
  • Aksi Nyata di Lapangan: Pemasangan spanduk imbauan, pelaksanaan ramp check kendaraan umum, serta pembagian paket aksi simpatik kepada petugas posko.
  • Kesehatan & Kesiapsiagaan: Penyelenggaraan pengobatan gratis dan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi masyarakat.

​Menuju Transportasi Berkelanjutan

​Menutup keterangannya, Rusmin berharap langkah-langkah strategis ini mampu memupuk kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya etika berkendara.

​”Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, karena kepatuhan sekecil apa pun dapat menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.

​Dengan berakhirnya PAM Lebaran 2026, Jasa Raharja Mamuju berkomitmen terus mengoptimalkan kualitas layanan dan memperkuat sinergi demi mewujudkan transportasi yang aman dan berkelanjutan di Sulawesi Barat.(Zulkifli)