MAMUJU, BKM – Formatur Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Muhlis, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan suspend permanen atau menutup total operasional dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Axuri Mamuju.

Desakan ini buntut dari dugaan kuat bahwa Kepala SPPG Axuri Mamuju sengaja melindungi sejumlah oknum relawan pekerja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan kader PMII dan penyerangan Sekretariat Gerakan Vendetta. Kepala SPPG dinilai tidak adil karena enggan memberikan sanksi tegas yang merata kepada seluruh relawan yang terlibat.

Berdasarkan surat peringatan yang dikeluarkan internal SPPG Axuri, tercatat ada 7 orang relawan yang diduga kuat ikut merencanakan aksi pengeroyokan tersebut. Namun anehnya, hanya 2 orang yang dijatuhi sanksi SP3 (pemecatan). Sementara 5 orang lainnya hanya diberikan sanksi SP2 (dirumahkan sementara) dengan dalih pemecatan hanya berlaku bagi relawan yang sudah resmi berstatus tersangka di kepolisian.

Tidak tinggal diam, PMII Mamuju juga mendesak pihak kepolisian untuk segera memanggil dan memeriksa 5 relawan yang kini tengah dirumahkan tersebut. Surat SP2 dari pihak dapur dinilai menjadi bukti permulaan yang kuat bahwa pelaku kekerasan berjumlah lebih dari 2 orang.

Selain itu, PMII meminta penyelidikan mendalam dilakukan terhadap kelima relawan ini guna mengungkap siapa aktor utama yang membawa senjata tajam (sajam) saat penyerangan terjadi.

“Kami meminta kepada pihak yang berwajib agar tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum di tanah Malaqbi ini. Keadilan harus tegak seadil-adilnya,” tegas Muhlis.(Zulkifli)