MAMUJU, BKM – Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Presiden RI terus mengalir dari tingkat tapak. Salah satu komitmen kuat datang dari Abdul Wahab, S.Sos., NL.P. Selain menjabat sebagai Kepala Desa Bonda, figur yang juga mengemban amanah sebagai Ketua DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia ini menegaskan bahwa MBG adalah langkah strategis menciptakan ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Abdul Wahab dalam pertemuan bersama perangkat desa, Lembaga Desa, BUMDes, koperasi, serta kelompok UMKM setempat pada Senin (4/5/2026).

Sebagai motor penggerak para kepala desa di tingkat nasional, Abdul Wahab melihat program ini dengan kacamata yang lebih luas.

Foto. Tampak Kades Bonda Abdul Wahab serius bicara mendorong Program MBG sebagai penggerak ekonomi warga Desa.

“Program MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi anak sekolah. Ini adalah lokomotif ekonomi desa. Mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga UMKM pangan lokal, semuanya punya peran dan pasar yang jelas,” ujar Abdul Wahab optimis.

Di Desa Bonda sendiri, strategi hilirisasi program ini sudah mulai dipetakan secara matang melalui tiga langkah taktis:

  • Optimalisasi Lahan Produktif: Menggerakkan kelompok tani untuk memasok sayur, telur, ikan, dan bahan pokok langsung ke dapur MBG. Pola ini sukses memotong rantai pasok sehingga harga lebih efisien dan keuntungan berputar di dalam desa.
  • Pemberdayaan BUMDes & UMKM: BUMDes dan kelembagaan desa diposisikan sebagai penyuplai utama dapur MBG tingkat desa, sementara pelaku UMKM lokal dilibatkan sebagai mitra penyedia menu higienis.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Operasional dapur MBG dan rantai pasoknya terbukti membuka lapangan kerja baru yang memberdayakan ibu-ibu PKK, pemuda desa, hingga tenaga logistik.

“Kami ingin uang dari program pemerintah ini berputar total di desa. Dibeli dari hasil petani desa, diolah oleh tangan UMKM desa, dan dinikmati oleh anak-anak desa sendiri,” tegas Ketua DPP Asosiasi Kepala Desa tersebut.

Menutup arahannya, Abdul Wahab mengajak seluruh warga untuk ikut mengawal pelaksanaan program ini agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui integrasi ini, Desa Bonda diharapkan menjadi percontohan nasional bagaimana program prioritas Presiden mampu menurunkan angka stunting sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan dari akar rumput.(Zulkifli)