MAMUJU, BKM – Upaya nyata dalam mendukung perbaikan gizi nasional terus digalakkan di tingkat daerah. Hari ini, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sampaga Bunde merealisasikan komitmen tersebut dengan mendistribusikan sebanyak 3.156 porsi makanan sehat berstandar ahli gizi kepada anak-anak di wilayah kerja mereka.

Langkah masif ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Badan Gizi Nasional Republik Indonesia dengan Yayasan Rangas Batara Berlayar selaku mitra pelaksana lokal. Pengawasan ketat diberlakukan mulai dari pemilihan bahan baku segar hingga perhitungan kalori yang presisi.

Kepala SPPG Sampaga Bunde, Muhammad Irsyad, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar membagikan makanan gratis, melainkan sebuah intervensi kesehatan terukur yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Setiap porsi makanan yang kami keluarkan hari ini telah melalui perhitungan kandungan makronutrien dan mikronutrien yang ketat. Kami memastikan bahwa apa yang dikonsumsi oleh anak-anak memenuhi standar kecukupan gizi harian mereka, guna mendukung konsentrasi belajar serta stamina fisik di sekolah,” ujar Muhammad Irsyad dalam keketerangannya

Menu yang disajikan pada edisi kali ini memanfaatkan potensi pangan lokal yang kaya nutrisi, terdiri dari nasi putih, ikan tuna kaya omega-3, tempe goreng sebagai sumber protein nabati, tumis wortel sawi putih yang kaya serat, serta potongan semangka segar sebagai pencuci mulut.

Guna memastikan ketepatan sasaran, SPPG Sampaga Bunde membagi porsi makanan ke dalam dua kategori berdasarkan kebutuhan usia anak:

  • Porsi Besar: Memiliki kandungan energi sebesar 700,92 Kkal, protein 24,56 gram, lemak 27,59 gram, karbohidrat 101,88 gram, dan serat 0,89 gram.
  • Porsi Kecil: Diperuntukkan bagi usia yang lebih muda dengan energi 495,10 Kkal, protein 18,70 gram, lemak 25,42 gram, karbohidrat 61,99 gram, dan serat 0,84 gram.

Sinergi kuat antara ketegasan regulasi Badan Gizi Nasional dan pendekatan humanis dari Yayasan Rangas Batara Berlayar ini diharapkan mampu menjadi pemantik utama dalam menekan angka tengkes (stunting) sekaligus membentuk Generasi Emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.(Zulkifli)