MAMUJU, BKM – Sebuah angka sering kali menyembunyikan cerita di baliknya. Bagi Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sampaga Bunde, angka 365 bukan sekadar penanda rotasi kalender, melainkan rangkuman dari ribuan kilometer langkah kaki, kepulan asap dapur di pagi buta, dan senyuman anak-anak sekolah yang menyambut mangkuk-mangkuk gizi mereka.

Memasuki tonggak sejarah “One Year With SPPG Sampaga Bunde (2025-2026)”, lembaga yang bergerak di bawah naungan Badan Gizi Nasional ini merefleksikan satu tahun perjalanan penuh dedikasi. Bersama mitra setianya, Yayasan Rangas Batara Berlayar, mereka telah berhasil mengubah tantangan geografis dan logistik menjadi sebuah rutinitas pengabdian yang berdampak nyata.

Kepala SPPG Sampaga Bunde, Muhammad Irsyad, mengungkapkan bahwa perjalanan satu tahun ini dipenuhi dengan ujian komitmen yang tidak mudah, namun berhasil dilewati berkat soliditas tim yang luar biasa.

“Satu tahun ini bukan tentang seberapa besar angka yang kami capai di atas kertas, melainkan tentang kerja keras yang konsisten, kebersamaan di saat sulit, dan ketulusan dalam mengabdi. Di balik setiap porsi makanan bergizi yang terdistribusi, ada peluh dan doa dari seluruh tim yang berdiri tegak di foto ini. Kami tidak akan berhenti di sini,” tegas Muhammad Irsyad dengan penuh optimisme.

Dapur Gizi yang Menyatukan Harapan
Dimulai dari sebuah langkah kecil di tahun 2025, SPPG Sampaga Bunde kini telah bertransformasi menjadi pilar penting dalam intervensi gizi lokal. Sinergi antara kebijakan makro Badan Gizi Nasional, logo HUT RI ke-81 yang melambangkan semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, serta eksekusi humanis dari Yayasan Rangas Batara Berlayar, terbukti mampu menggerakkan roda perubahan di masyarakat.

Foto bersama yang menampilkan seluruh jajaran kru dengan seragam hitam kompak dan ID card hijau tersebut menjadi simbol nyata dari mesin penggerak kemanusiaan ini. Mereka adalah para pejuang di balik layar—mulai dari tim penilai gizi, juru masak, hingga tim logistik yang memastikan makanan tiba dalam kondisi prima.

Melangkah ke tahun kedua, tantangan ke depan dipastikan akan semakin dinamis. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun selama 365 hari terakhir, SPPG Sampaga Bunde berkomitmen untuk terus bergerak maju, menjadi lebih kuat, dan meluaskan jangkauan manfaat demi mewujudkan generasi emas yang bebas dari ancaman tengkes (stunting).