MAMUJU, BKM — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi angkat bicara terkait insiden berdarah di SPBU 74.915.58 Simbuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (23/9) pagi.
Pertamina menegaskan, korban luka akibat senjata tajam dalam kejadian sekitar pukul 05.55 WITA itu bukan operator atau pekerja SPBU, melainkan konsumen yang sedang antre untuk mengisi BBM.
Insiden antar konsumen itu diduga dipicu persoalan antrean. Berdasarkan informasi awal, salah satu konsumen menegur konsumen lain terkait posisi antrean hingga berujung perkelahian.
“Korban merupakan konsumen dan bukan operator atau pekerja SPBU. Pihak SPBU telah berkoordinasi dengan kepolisian dan memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan,” tegas Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto.
Saat ini, pihak SPBU telah menyerahkan rekaman CCTV dan meminta keterangan dari operator serta saksi di lokasi untuk mendukung penyelidikan polisi. Motif dan kronologi lengkap masih didalami aparat kepolisian.
Lilik menambahkan, korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Pertamina juga memastikan akan melakukan evaluasi total terhadap sistem antrean dan keamanan di area SPBU.
“Kami juga memastikan korban mendapatkan penanganan medis. Pengaturan antrean dan pengawasan di area SPBU akan terus dievaluasi untuk menjaga aktivitas pelayanan tetap tertib dan aman,” ujarnya.
Ke depan, pengawasan antrean akan diperketat, terutama pada jam-jam padat konsumen. Pertamina juga mengimbau seluruh konsumen untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak main hakim sendiri.
Apabila menemukan kendala pelayanan atau indikasi pelanggaran penyaluran BBM, masyarakat diminta melapor ke Pertamina Customer Solution (PCC) 135.(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan