MAMUJU, BKM – Tidak hanya soal menu, kualitas proses memasak menjadi kunci utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu terlihat dari aktivitas di dapur pusat SPPG Mamuju – Sampaga Bunde binaan Yayasan Rangas Batara Berlayar yang terekam dalam foto terbaru ini.

Dalam foto tersebut, terlihat sejumlah relawan dan juru masak perempuan tengah fokus melakukan proses plating atau penataan makanan ke dalam ompreng stainless. Mereka tampak mengenakan standar operasional prosedur (SOP) lengkap sesuai Badan Gizi Nasional: hairnet penutup kepala, masker, celemek, dan sarung tangan plastik biru.

Kepala SPPI SPPG Sampaga Bunde, Muhammad Irsyad, mengatakan SOP higienis adalah harga mati di dapurnya.

“Kami di SPPG Sampaga Bunde menekankan bahwa makanan bergizi harus diawali dari proses yang bersih. Semua petugas wajib pakai masker, penutup kepala, dan sarung tangan. Ompreng dicuci steril, dan makanan dimasak di hari yang sama agar tetap segar saat sampai ke anak-anak,” ujar Muhammad Irsyad.

Terlihat dalam nampan besar di tengah meja, lauk berwarna keemasan disiapkan dalam jumlah banyak untuk kemudian dibagi rata ke ratusan ompreng yang sudah berjejer rapi. Di sampingnya, buah anggur merah yang sudah dicuci bersih juga siap menjadi pelengkap gizi.

Menurut Irsyad, dapur SPPG Sampaga Bunde yang dikelola Yayasan Rangas Batara Berlayar ini mampu memproduksi ratusan hingga ribuan porsi setiap harinya dengan sistem kerja estafet yang cepat namun tetap teliti.

“Ini bukan sekadar masak. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada orang tua, siswa, balita, dan bumil/busui di Mamuju. Kami ingin memastikan apa yang dimakan anak-anak kita sama kualitasnya seperti yang kita berikan untuk keluarga sendiri,” tutupnya.

Foto ini menjadi bukti transparansi bahwa program MBG di Mamuju dijalankan secara profesional, higienis, dan penuh dedikasi.(Zulkifli)