SULBAR, BKM — Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan serangkaian pesan mendalam, kritis dan penuh makna kepada seluruh jajaran personel, guna mewujudkan pelaksanaan tugas kepolisian yang makin profesional, bermartabat, aman dan berkesinambungan, Senin (6/7/26) di lapangan Tribrata Mapolda.
Arahan ini berangkat dari keprihatinan sekaligus penghormatan setinggi‑tingginya atas pengorbanan anggota kepolisian, serta keinginan kuat membangun institusi yang makin kuat dari setiap pengalaman.
Beberapa pekan lalu, seluruh keluarga besar Kepolisian RI dikabarkan berduka cita atas gugurnya sejumlah personel Polda Kalimantan Tengah saat sedang menjalankan tugas negara.
“Pada kesempatan ini, mari kita panjatkan doa bersama, semoga para personel yang gugur mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pengabdian tulus mereka kelak akan tercatat sebagai amal kebaikan yang abadi di sisi‑Nya,” tutur Kapolda Sulbar mengawali arahan.
Ia juga menegaskan, setiap pengorbanan anggota kepolisian tidak akan pernah sia‑sia, dan menjadi teladan bagi rekan‑rekan sejawat.
Kapolda mengingatkan kembali hakikat janji setia yang diucapkan setiap personel saat dilantik. “Sejak hari kalian mendaftar dan mengucapkan ikrar sumpah menjadi anggota Polri, pada saat itulah seluruh kekuasaan, kewenangan, sekaligus tanggung jawab besar diserahkan kepada kalian, untuk menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat sepenuh hati.”
Menurutnya, melawan segala bentuk kejahatan adalah kodrat dan jati diri polisi. Kejahatan adalah musuh utama kita. Oleh sebab itu, dalam menjalankan amanah ini, kita semua harus berkomitmen penuh, bahkan siap mempertaruhkan jiwa dan raga demi tegaknya keadilan dan perlindungan kepada rakyat. Itulah harga diri dan jati diri kepolisian yang sesungguhnya.
Namun di balik komitmen pengorbanan itu, Kapolda Sulbar menekankan poin paling krusial yang kerap luput dari perhatian yaitu keberanian harus selalu dibarengi kecermatan dan perhitungan matang.
“Pola pikir kita harus tetap tegas diman kejahatan wajib dilawan, wajib dibasmi dan wajib diproses sesuai hukum yang berlaku. Akan tetapi ingatlah, sebelum melangkah dan bertindak, ukurlah terlebih dahulu kekuatan sendiri, pahami betul karakter lawan yang dihadapi, pelajari medan tugas dan pastikan seluruh informasi terkait lingkungan sekitar sudah lengkap dan akurat,” tegas Kapolda.
Ia mengingatkan, sebelum seorang pemimpin mengeluarkan perintah, wajib terlebih dahulu memastikan kekuatan personel dan sarana prasarana sudah memadai.
“Banyak peristiwa anggota dikepung atau mendapat perlakuan kasar saat bertugas, namun sayangnya kejadian‑kejadian seperti itu sering kali berlalu begitu saja tanpa pernah dicatat dan dievaluasi secara mendalam. Jadikan peristiwa duka di Kalimantan Tengah sebagai pelajaran berharga bagi kita semua, agar hal serupa tidak terulang di lingkungan Polda Sulbar. Kita hormati pengorbanan mereka dengan cara bertugas makin cerdas dan aman.”
Kapolda juga menegaskan hanya ada dua syarat mutlak yang harus dimiliki setiap perwira kepolisian, jika ingin memimpin dengan baik dan dihormati Pertama, harus cerdas dalam memberi perintah. Setiap instruksi yang dikeluarkan wajib benar, berdasar analisa mendalam, terukur, jelas isinya, dan membawa kebaikan.
Kedua, harus mampu menjadi teladan. Bagaimana mungkin seorang pemimpin ingin dihargai dan ditaati, jika perilaku serta tindak tanduknya sendiri jauh dari kata baik dan patut diteladani? Seorang perwira juga wajib beretika tinggi, berani menegur anggota yang berbuat keliru, serta menjelaskan letak kesalahannya dengan cara yang membangun, bukan sekadar menghukum.
Hal lain yang disorot tajam adalah budaya evaluasi yang selama ini masih berat dilakukan. Kapolda mengajak seluruh jajaran berani jujur melihat kekurangan diri sendiri.
“Selama ini kita sangat rajin mencatat setiap capaian dan keberhasilan tugas, namun sangat enggan mencatat kegagalan. Padahal di kepolisian negara maju seperti Amerika Serikat, kegagalan justru dicatat sama telitinya dengan keberhasilan. Catatan kegagalan itulah yang kelak menjadi barometer dan bahan pembelajaran berharga, agar saat menghadapi situasi serupa di masa depan, kesalahan yang sama tidak terulang kembali dan strategi penanganan bisa makin sempurna.”
Di akhir arahan, Kapolda Sulbar juga menyampaikan terima kasih sebesar‑besarnya kepada seluruh personel, baik perwira, bintara maupun PNS Polri atas kerja keras dan pengabdian yang tak kenal lelah menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Ia juga mengapresiasi kinerja solid yang telah membuat seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara berjalan lancar, aman dan sukses.
Jadilah polisi‑polisi yang baik, yang hadir justru untuk meringankan beban dan kesulitan orang lain melalui jabatan serta kewenangan yang diamanahkan. Di luar dinas, tetaplah menjadi ayah yang membanggakan dan ibu yang menyayangi bagi keluarga kalian masing‑masing.”
Humas Polda Sulbar


Tinggalkan Balasan