MAMUJU, BKM – Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Hotel Maleo Mamuju disambut oleh aksi unjuk rasa. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Sulawesi Barat menggelar aksi damai untuk menyuarakan rapor merah penegakan hukum di wilayah tersebut, Jumat (3/7/2026).
Aksi ini menjadi panggung bagi pemuda daerah untuk mendesak pemerintah pusat agar tidak tutup mata terhadap isu-isu krusial di Sulawesi Barat. FKP Sulbar menegaskan bahwa gerakan ini murni menyuarakan aspirasi rakyat demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Ada dua tuntutan utama yang disuarakan oleh massa aksi:
- Usut Dermaga Diduga Ilegal: Mendesak penegak hukum mengusut tuntas operasional fasilitas dermaga tanpa izin yang diduga kuat milik salah satu anggota DPR RI berkoneksi dengan sayap partai politik.
- Bongkar Mafia Oli Palsu: Mempertanyakan mandeknya kasus peredaran oli palsu yang hingga kini belum menetapkan tersangka, serta menuntut penyelidikan independen atas dugaan adanya “bekingan” di balik kasus tersebut.
“Seluruh tuntutan ini adalah bentuk dorongan agar penegakan hukum dilakukan secara adil, transparan, dan tanpa tebang pilih,” tulis FKP Sulbar dalam pernyataan sikapnya.
Meski membawa tuntutan yang tegas, koordinator aksi memastikan pergerakan tetap berjalan kondusif dan menghormati asas praduga tak bersalah. Mereka berharap Menko Pangan membawa pulang aspirasi ini ke Jakarta agar penegakan hukum di Sulawesi Barat dapat berjalan tanpa pandang bulu.(Zulkifli)


Tinggalkan Balasan