MAMUJU, BKM — Pembangunan Puskesmas Karampuang senilai Rp2,1 Miliar di Kabupaten Mamuju berbau skandal. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Intelektual Aktivis Muda Sulawesi Barat (GERAKAN VENDETTA) menggeruduk Markas Polda Sulbar, Selasa (30/09/2026).

Mereka tidak sekadar orasi. Massa aksi menyerahkan langsung Laporan Pengaduan Masyarakat (Dumas) lengkap dengan bukti dugaan korupsi, cacat konstruksi, hingga pelanggaran lingkungan pada proyek strategis milik Dinas Kesehatan Mamuju tersebut.

Proyek yang dibiayai Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025 dan dikerjakan CV. Delapan-delapan Group ini dinilai dipaksakan hanya demi menyerap anggaran, tanpa peduli kelayakan dan keselamatan warga pesisir.

“Kami datang tidak dengan tangan kosong. Proyek 2 miliar ini cacat prosedur, tidak layak operasional, dan berpotensi merugikan negara. Kami desak Kapolda panggil PA, KPA, PPK hingga kontraktor,” tegas Koordinator Lapangan, Muh Pajrin dalam orasinya.

5 Borok Fatal Puskesmas 2 Miliar yang Dibongkar Vendetta:

  1. Tak Layak Jadi Puskesmas (Langgar Permenkes No.43/2019)
    Fasilitas paling dasar justru lumpuh. Air bersih hanya mengalir 10-14 hari, listrik tidak 24 jam, hanya hidup 4-5 jam mengandalkan PLTS tanpa cadangan. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pun tak jelas.
  2. Ancaman Bencana Lingkungan (Langgar UU No.32/2009)
    Proyek diduga tanpa dokumen UKL-UPL dan izin lingkungan. Lebih parah, tidak ada sistem pengelolaan limbah medis B3 yang berizin. Limbah puskesmas terancam cemari laut di Pulau Karampuang.
  3. PHO Dipaksakan & Cacat Hukum (Langgar Permen PUPR No.14/2020)
    Proses serah terima sementara (PHO) diduga dipaksakan sepihak. Bangunan belum lulus uji teknis komprehensif, utilitas belum siap, tapi sudah dinyatakan selesai.
  4. Tertutup & Diduga Markup (Langgar UU KIP No.14/2008)
    Dinas Kesehatan Mamuju dinilai menutup-nutupi dokumen pengadaan (PBJ) dan RAB. Sikap tertutup ini memperkuat dugaan praktik markup anggaran.
  5. Fisik Bangunan Sudah Rusak
    Baru dibangun, dinding luar sudah retak-retak dan plafon jebol. Mutu pekerjaan CV. Delapan-delapan Group dipertanyakan serius.

5 Tuntutan Keras Vendetta ke Polda Sulbar:

1. Periksa Total – Audit menyeluruh proses Puskesmas Karampuang dari perencanaan, pengadaan, hingga hasil akhir

2. Tangkap KPA, PPK & Kontraktor – Periksa dan tangkap Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, dan CV. Delapan-delapan Group.

3. Tindak Lanjuti Laporan – Segera proses hukum aduan Gerakan Vendetta.

4. Transparansi Hasil – Sampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka dalam waktu kerja yang ditentukan.

5. Copot Kapolda Jika Mandul – Jika laporan tidak tuntas, Vendetta desak Kapolri copot Kapolda Sulbar.

Massa menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika Polda Sulbar tak bergerak progresif, Vendetta berjanji akan kembali dengan gelombang massa yang jauh lebih besar.(Zulkifli)