MAMUJU, BKM – Polemik harga BBM jenis Solar di SPBU Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat akhirnya menemui titik terang setelah pihak manajemen memberikan klarifikasi resmi.

Sebelumnya, SPBU Tapalang sempat menjadi sorotan setelah Redaksi Berita Kota Manakarra (BKM) menerima laporan dari seorang pelanggan via WhatsApp yang menyebut harga Solar di SPBU tersebut dijual Rp 7.800 per liter, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 6.800 per liter.

Laporan tersebut sempat viral dan memicu desakan agar Pertamina dan aparat melakukan sidak.

Setelah pemberitaan pertama tayang dan upaya konfirmasi yang sempat tidak direspon, Manajer SPBU Tapalang, Saudara Toni, akhirnya memberikan hak jawab kepada Redaksi BKM.

Melalui pesan klarifikasi, Toni dengan tegas membantah tudingan tersebut.
“Tabe pak.. mengenai harga 7.800 itu tdk benar… harga terterah di mesin di dispenser 6.800 sesuai aturan bbm subsidi solar pak..” tegas Toni kepada BKM.
Dengan pernyataan ini, pihak SPBU Tapalang memastikan bahwa harga yang tertera dan yang dijual di mesin dispenser tetap sesuai aturan pemerintah, yakni Rp 6.800 per liter untuk Solar subsidi.

Toni menegaskan tidak ada permainan harga di SPBU Tapalang dan pihaknya tetap tunduk pada regulasi Pertamina.

Dengan adanya klarifikasi ini, dugaan penjualan di atas HET yang sebelumnya dilaporkan warga menjadi tidak terbukti dari sisi manajemen SPBU. Perbedaan informasi tersebut diduga kuat akibat kesalahpahaman di lapangan atau adanya oknum lain.

Meski demikian, Redaksi BKM tetap mendorong agar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Hiswana Migas tetap melakukan monitoring rutin di SPBU Tapalang untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap transparan dan sesuai HET.

Redaksi BKM mengapresiasi klarifikasi dari Saudara Toni selaku Manajer SPBU Tapalang sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.(Zulkifli)